NAWACITAPOST.COM - Kepulauan Nias, Sumatra Utara, telah lama menjadi rumah bagi sejumlah suku. Sejarah dan kehidupan mereka tercermin dalam tradisi lisan dan warisan budaya yang kaya, seperti yang dicatat oleh sejarawan dan geografis terkenal pada abad ke-12, Edrisi.
Edrisi, seorang penjelajah yang lahir pada tahun 1099 di Ceuta, mencatat dalam karyanya tentang pulau Niyan (Nias) sebagai tempat yang "padat penduduknya" dengan "satu kota besar" dan diduduki oleh sejumlah besar suku-suku yang beragam.
Tradisi lisan di Gomo, sebuah daerah di Nias, menceritakan tentang enam leluhur atau suku yang diyakini berasal dari Ibu Sirici, yang dianggap sebagai penghuni pertama pulau ini. Dalam silsilah orang-orang Nias yang dicatat oleh dua misionaris, Sundermann dan Thomas, pada sekitar tahun 1885, terdapat dua pohon silsilah (tambo).
Pohon pertama mencatat penghuni asli Nias yang dianggap kurang manusiawi atau seperti hantu dan roh jahat. Sementara pohon kedua mencatat keturunan yang dianggap manusia (niha).
Baca Juga: 4 Alasan Orang Nias Jadi Suku Terkuat di Indonesia
Orang Nias merujuk kepada diri mereka sebagai Ono Niha (anak-anak dari manusia) dan tanah air mereka sebagai Tanö Niha (tanah manusia). Hal ini menegaskan asal-usul mereka dan hubungan erat mereka dengan tanah mereka.
Penelitian genetika terbaru mengungkapkan asal usul masyarakat Nias. Mereka rupanya berasal dari rumpun bangsa Austronesia.
Nenek moyang orang Nias diperkirakan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina sekitar 4.000-5.000 tahun yang lalu. Hasil penelitian ini diungkapkan oleh Mannis van Oven, seorang mahasiswa doktoral dari Department of Forensic Molecular Biology, Erasmus MC-University Medical Center Rotterdam, dalam presentasinya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, pada Senin (15/4/2013).
Oven melakukan penelitian terhadap 440 sampel darah dari warga di 11 desa di Pulau Nias. Hasilnya menunjukkan bahwa kromosom-Y dan mitokondria-DNA (mtDNA) orang Nias sangat mirip dengan masyarakat Taiwan dan Filipina.
Kromosom-Y adalah pembawa sifat laki-laki, sedangkan mtDNA diwariskan dari ibu. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada jejak dari masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Goa Togi Ndrawa, Nias Tengah, dalam genetika orang Nias saat ini.
Baca Juga: Daftar 12 Budaya Nusantara yang Terkenal di Dunia, Salah Satunya dari Nias Pulau Impian
Oven menjelaskan bahwa keragaman genetika masyarakat Nias sangat rendah dibandingkan dengan populasi masyarakat lain, terutama dari kromosom-Y, yang mengindikasikan adanya bottleneck (kemacetan) populasi dalam sejarah masa lalu Nias. Namun, menariknya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Nias tidak memiliki kaitan genetik dengan masyarakat di Kepulauan Andaman-Nikobar di Samudra Hindia yang secara geografis bertetangga.
Menanggapi temuan ini, arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Sony Wibisono, mengemukakan bahwa teori tentang asal-usul masyarakat Nusantara dari Taiwan telah lama diajukan, misalnya oleh Peter Bellwood pada tahun 2000. Temuan itu didasarkan pada kesamaan bentuk gerabah. Namun, masih menjadi pertanyaan bagaimana migrasi Austronesia dari Taiwan ke Nias terjadi.
Herawati Sudoyo, Deputi Direktur Lembaga Eijkman, menyatakan bahwa migrasi Austronesia ke Nusantara masih menjadi teka-teki. Meskipun teori ini logis dengan migrasi dari Filipina ke Kalimantan dan Sulawesi, data genetika dari kedua tempat tersebut masih minim, dan masih banyak studi yang perlu dilakukan untuk mengungkap rahasia migrasi ini.
Artikel Terkait
Mengungkap Rahasia Omo Hada, Rumah Tradisional di Nias Pulau Impian yang Tahan Gempa
7 Oleh-oleh Khas Nias Pulau Impian yang Wajib Dibawa Pulang
Wajib Dicoba! Berikut 7 Makanan Unik Khas Nias Pulau Impian
Mencicipi Kelezatan Lehedalo Nifange, Rendang Unik dari Nias Pulau Impian
Cegah Penghinaan Terhadap Budaya, Beesokhi Ndruru Dorong Pembentukan Dewan Adat Nias