Muhadjir mengatakan pada Kamis (12/11). Itu perlu waktu. Pasti ada sosialisasi, karen ini masih dipersiapkan. " Masih dalam tahap persiapan," ucapnya.
Baca Juga : Rizieq Shihab Mulai Ceramah, Pengikutnya Ogah Mengikuti Prtotkol Kesehatan
Diketehui bahwa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyampaikan. Dalam memberikan vaksin Covid-19 tidak boleh tergesa-gesa.
Oleh karena itu, mereka yang belum siap divaksin pun harus ditunggu sampai siap. Diberi penyadaran. Ada waktunya, kan tidak harus serta merta (divaksin).
Sebelumnya, lembaga Populi Center melakukan survei mengenai penerimaan masyarakat terhadap rencana penggunaan vaksin Covid-19. Hasilnya, 60 persen masyarakat mengaku bakal bersedia menggunakan vaksin dari pemerintah. Sisanya mengaku enggan divaksinasi. Terkait dengan rencana pemerintah untuk menggunakan vaksin untuk mengakhiri pandemi Covid 19, sebesar 60 persen masyarakat bersedia menggunakan vaksin pembagian dari pemerintah, sedangkan sebesar 40 persen yang menjawab tidak bersedia.
" Masih ada 40 persen belum bersedia di vaksin ," kata Peneliti Populi Center, Nurul Fatin Afifah, Senin (9/11).
Menurut survei, masyarakat yang mengaku tidak bersedia diberi vaksin mayoritas atau 46,5 persen menjawab takut akan bahaya atau risiko kesehatan. Kemudian, ada 15,2 persen yang menjawab tidak percaya pada vaksin. Sisanya, sebanyak 13,3 persen mengaku tak bersedia menggunakan vaksin lantaran tak dapat memastikan kehalalan vaksin.