Kamis, 4 Juni 2026

PDIP Raih Suara di Pemilu 2024, Hasto Kristiyanto Sebut bukanlah Jokowi Effect Melainkan Bansos Effect Hingga Intimidasi Effect

Photo Author
- Selasa, 26 Maret 2024 | 11:57 WIB
SekjenPDIP, Hasto (Foto: capture youtube KompasTV)
SekjenPDIP, Hasto (Foto: capture youtube KompasTV)

NAWACITAPOST.COM - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa anggapan tentang dampak positif Joko Widodo atau "Jokowi Effect" terhadap hasil Pemilihan Umum 2024 tidaklah tepat.

Menurutnya, yang memengaruhi hasil Pemilu 2024 bukanlah Jokowi Effect, melainkan lebih karena distribusi bantuan sosial (bansos) yang gencar dilakukan oleh pemerintah menjelang hari pemungutan suara.

Hasto memandang bahwa pemberian bansos memiliki pengaruh terhadap preferensi masyarakat terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

"Jadi, yang ada bukanlah Jokowi Effect, melainkan adalah bansos effect, penggunaan aparatur negara effect, intimidasi effect, itulah yang terjadi," ungkap Hasto di Jakarta pada Senin (25/3/2024).

Baca Juga: Profil Rumy AlQahtani Kontestan Pertama Arab Saudi di Miss Universe

Hasto juga menepis anggapan bahwa kemenangan PDI-P dalam Pileg 2024 disebabkan oleh adanya efek Jokowi.

Menurutnya, kemenangan tersebut lebih karena kekuatan kolektif dari seluruh kader yang bersatu dengan rakyat.

"Meskipun terjadi pergeseran pemilu yang mengarah kepada aspek-aspek elektoral, dominasi personalisasi menjadi hal yang penting, namun praktik politik yang liberal tidak boleh dihalalkan," ujar Hasto dikutip dari beberapa sumber termaksud youtube KompasTV, baru baru ini.

Hasto juga menyoroti bahwa efek bansos dan pengerahan kekuasaan bahkan tidak mampu meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke parlemen. Ia menambahkan bahwa operasi-operasi yang dilakukan oleh penguasa telah mengabaikan supremasi hukum.

Baca Juga: Pertama Kali! Negara Arab Saudi Ikut Kontes Miss Universe 2024

Dalam konteks ini, Hasto menegaskan bahwa PDI-P akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu di masa mendatang, dengan tetap mengedepankan demokrasi di atas segalanya.

"Tidak ada demokrasi tanpa supremasi hukum, dan dalam supremasi hukum, keteladanan seorang pemimpin nasional sangatlah penting," tegas Hasto.

"Bagaimana seorang pemimpin nasional menghadapi berbagai operasi politik karena adanya conflict of interest."

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil rekapitulasi nasional suara Pileg 2024 pada Rabu (20/3) lalu.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini