NAWACITAPOST.COM - Sekitar 6 tahun (1985-1991) saya hampir setiap hari di tengah malam selalu khusyuk ngaji Al Quran dan wirid di makam KH. Hasyim Al Asy'ari pendiri NU, kakek Gus Dur, dan yang sekarang disitu Gus Dur juga dimakamkan.
Jadi saya lebih dekat ke pendiri NU langsung daripada orang-orang yang selama ini mengklaim NU tapi menyembah berhala kemunafikan Jokowi.
Saya dulu mungkin satu-satunya Santri Tebuireng yang lebih sering masuk ke kamar tidurnya alm. KH. Hasyim Al Asy'ari yang kemudian ditinggali oleh alm. KH. Yusuf Hasyim putra beliau.
Baca Juga: Polemik Fee Rp 25 Miliar: Pengamat Minta Desak Jokowi Lengserkan Bahlil
Kenapa bisa demikian? Karena saat itu ketika saya masih remaja saya sering dapat telpon dari kakak saya yang masih tinggal di Jerman, dan yang memanggil saya langsung ke kamar saya (C11) adalah KH. Yusuf Hasyim untuk menerima telpon dari kakak saya.
Bagaimana bisa saya mendapatkan keistimewaan seperti itu? Itu karena ketika rombongan alm. KH. Yusuf Hasyim dan alm. Gus Dur datang ke Jerman, yang menemani beliau-beliau itu kedua kakak saya yang alumnus Tebuireng Jombang juga. Saiful Huda Ems (SHE).
Artikel Terkait
Solidaritas Ciayumajakuning Provinsi Riau: Mendukung Sesama dalam Cobaan
Permintaan Warga Terkait Keselamatan di Depan Masjid Al-Fatah: Pemerintah Diminta Memasang Rambu Peringatan dalam Giat Jumat Curhat Polsek Minas
Giat Patroli KRYD: Upaya Menjaga Ketertiban dan Kesejahteraan Menuju Bulan Suci Ramadhan
Polemik Fee Rp 25 Miliar: Pengamat Minta Desak Jokowi Lengserkan Bahlil
Nawardi Ungguli Perolehan Surabaya Pemilu DPD di Jatim, Berikut urutan 3 urutan dibawahnya!