NAWACITAPOST.COM — Ibarat mutiara hitam yang terkubur di dalam lumpur, begitulah gambaran nyata Pantai Binasi yang terletak di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Memiliki bentang alam yang memukau dan potensi kuat untuk melesat menjadi destinasi wisata kelas dunia, pantai ini justru bernasib tragis: terbengkalai dan berjalan di tempat akibat minimnya investasi serta absennya taji pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan Nawacitapost.com di lokasi pada Kamis (28/5/2026), Pantai Binasi menyuguhkan lanskap luar biasa dengan garis pantai pasir putih yang luas memanjang dan kondisi lingkungan yang masih perawan serta terjaga kebersihannya.
Namun, keindahan visual tersebut langsung kontras dengan realitas infrastruktur di sekitarnya yang sangat memprihatinkan. Kawasan ini bak wilayah tak bertuan yang belum tersentuh fasilitas akomodasi modern yang representatif.
Baca Juga: Sapu Bersih Prestasi Hardiknas 2026, Siswa SMPN 1 Berbek Guncang Jawa Timur!
"Pantainya luar biasa cantik dan bersih sekali, benar-benar masih natural. Tapi sayang, fasilitas pendukung untuk wisatawan sangat minim. Jangankan hotel atau losmen, restoran yang menyajikan kuliner khas pun belum ada. Potensi seindah ini seperti berjalan di tempat," ujar salah seorang wisatawan yang berada di lokasi, Kamis (28/5/2026).
Ironi Wisata: Pondok Kayu Sederhana di Tengah Potensi Miliaran Rupiah
Hingga saat ini, para pelancong yang datang ke Pantai Binasi tidak akan menemukan hotel berbintang, losmen yang nyaman, ataupun restoran yang memadai. Sejauh mata memandang, fasilitas yang tersedia hanyalah pondok-pondok kayu sederhana dan warung kecil milik warga setempat yang dikelola secara mandiri dengan modal seadanya.
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi sektor pariwisata daerah. Keindahan alam yang bernilai jual tinggi terpaksa mandek hanya karena tidak adanya intervensi serius dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Dinas Pariwisata, untuk membangun ekosistem wisata yang layak.
Mengetuk Pintu Kebijakan: Tiga Dampak Domino yang Terabaikan
Pengembangan Pantai Binasi bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah urgensi. Pemerintah daerah didorong keras untuk segera melakukan penataan kawasan secara menyeluruh dan membuka kran investasi selebar-lebarnya bagi pelaku usaha penginapan serta kuliner.
Jika keran investasi ini dibuka dan dikelola secara profesional, ada efek domino besar yang siap mengubah wajah ekonomi Tapanuli Tengah:
- Pundi-Pundi Pendapatan Daerah: Sektor pariwisata yang dikelola secara modern akan menjadi mesin pencetak Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang menjanjikan.
- Solusi Pengangguran Pemuda Local: Kehadiran investor dan hotel-hotel baru secara otomatis akan menyerap tenaga kerja, membuka lapangan kerja luas bagi pemuda setempat.
- Kebangkitan Ekonomi Rakyat: Warung-warung kecil milik warga sekitar tidak akan mati, melainkan justru berkembang pesat seiring melonjaknya volume kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Catatan Redaksi: Menolak Sekadar Jadi Tempat Transit
Kini, bola panas berada di tangan para pemangku kebijakan. Keputusan strategis Pemkab Tapanuli Tengah akan menjadi penentu masa depan kawasan ini. Apakah Pantai Binasi akan tetap dibiarkan merana menjadi lokasi wisata transit sederhana yang terlupakan, atau berani ditransformasikan menjadi destinasi unggulan yang ramah investasi dan mampu bersaing di panggung internasional?
Artikel Terkait
Miliaran Rupiah Hak Anak Sekolah Diduga Ditelan ‘Gurita’ Korupsi, APH Diminta Seret Pelaku!
Jeritan Keadilan Buruh Kecil: PT ANJ Agri Siais Diduga Pecat Sepihak Hingga Kerahkan Intimidasi Oknum Sekuriti!
Persilatan Opini di Angkola Selatan: Antara Tuduhan Konspirasi Diam 7 Bulan dan Pembelaan Prosedural Pihak Sekolah
Siaga Satu Generasi! Gempuran Narkoba Diadang Sinergi Total Pemkab Siak dan LAN
Genjot Infrastruktur Hingga Tertibkan Lapak Kurban, Ini 4 Poin Penting Arahan Plh Wali Kota Bekasi!