Jakarta, Nawacitapost - Menteri KLHK mendorong masyarakat agar bisa menjalankan kegiatan sosial yang memberi nilai tambah produk. Menteri pun menegaskan, penting untuk menumbuhkan optimisme bersama di masa pandemi Covid-19, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat di Desa
"Berdasarkan hasil evaluasi KLHK, pemberian bantuan alat ekonomi produktif mampu meningkatkan nilai tambah produk secara signifikan. Misalnya kopi dari cherry menjadi bubuk kopi ada penambahan nilai tambah sebesar 30-40%," katanya, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, bantuan alat ekonomi produktif nantinya akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani hutan di lima wilayah Balai Perhutanan Sosial. Diantaranya di Sumatera, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua-Maluku.
Adapun besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp 47 miliar, berupa pengadaan 470 alat ekonomi produktif dan Rp 50 miliar melalui peningkatan kapasitas pembangunan Perhutanan Sosial Nasional atau “Bang Pesona” untuk modal usaha.
''Dalam pelaksanaan kegiatannya nanti tetap sesuai dengan kaidah pencegahan penyebaran Covid-19. Saya terus mengajak masyarakat mengikuti imbauan pemerintah agar virus Corona tidak menyebar, serta meningkatkan imunitas tubuh dengan minum jahe, wedang uwuh, dan rimpang-rimpangan lainnya yang bermanfaat bagi peningkatan daya tahan tubuh,'' ajak Menteri Siti.
Sebelumnya, KLHK telah membeli produk hasil usaha petani hutan, untuk disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan virus Covid-19 Corona.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, disiapkan 2.000 paket produk herbal yang disalurkan ke berbagai RS rujukan pasien Corona. Selain itu, 5.000 paket lainnya juga disediakan lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing-masing wilayahnya, dengan total anggaran mencapai Rp780 juta.