NAWACITAPOST.COM - Balai Pemasyarakatan Kelas II Muara Teweh melalui Pembimbing Kemasyarakatan (PK) bersama Asisten Pembimbing Kemasyarakatan (APK) melaksanakan kegiatan wawancara penelitian kemasyarakatan (litmas) sebagai bagian dari proses pengusulan program reintegrasi bagi klien pemasyarakatan.
Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam menilai kelayakan klien untuk memperoleh hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, dan Asimilasi. Selasa, 21 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, PK dan APK melakukan wawancara secara mendalam kepada klien guna menggali berbagai informasi, mulai dari latar belakang pribadi, kondisi keluarga, lingkungan sosial, hingga kesiapan klien untuk kembali ke masyarakat.
Baca Juga: Tetap Waspada, Ka.KPR Rutan Humbang Hasundutan Lakukan Kontrol Branggang dan Ketapang
Proses ini dilakukan secara profesional dan objektif, agar data yang diperoleh akurat serta dapat menjadi dasar dalam kompilasi rekomendasi yang tepat.
Kolaborasi antara PK dan APK dalam kegiatan litmas ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pembimbingan.
APK berperan membantu PK dalam pengumpulan data, pencatatan hasil wawancara, serta memastikan kelengkapan administrasi, sehingga proses litmas dapat berjalan lebih optimal dan efisien.
Baca Juga: Diduga Terjadi Pemerasan Rp 650 Juta oleh Oknum PJU Polres Serang, Kapolri Diminta Turun Tangan
Kepala Bapas Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menyampaikan bahwa kegiatan litmas merupakan bagian krusial dalam proses reintegrasi sosial klien. “Litmas menjadi dasar dalam menentukan kelayakan klien untuk memperoleh reintegrasi program. Sinergi antara PK dan APK sangat penting agar proses ini berjalan secara komprehensif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan wawancara litmas yang terstruktur dan profesional, Bapas Muara Teweh terus berkomitmen untuk memberikan pembimbingan yang berkualitas, sekaligus memastikan bahwa setiap klien yang mengusulkan program reintegrasi benar-benar siap untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
(Humas Bapas Muara Teweh)