Sabtu, 18 Juli 2026

Pastikan Standar Gizi dan Kebersihan Makanan WBP Terpenuhi, Petugas Dapur Lapas Gunungtua Lakukan Pengecekan dan Pengawasan Rutin

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Rabu, 15 April 2026 | 17:23 WIB
Petugas Lapas Gunungtua Saat Pengecekan dan Pengawasan Kegiatan Dapur
Petugas Lapas Gunungtua Saat Pengecekan dan Pengawasan Kegiatan Dapur

NAWACITAPOST.COM - Pastikan layanan penyediaan makanan di dapur Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunungtua tetap higienis, halal serta memenuhi standar angka kelayakan gizi, jajaran petugas dapur rutin laksanakan pengecekan dan pengawasan kelengkapan peralatan dapur hingga bahan makanan.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjamin kelayakan makanan serta keamanan peralatan serta semua yang terlibat dalam penyediaan layanan dan pengolahan makanan bagi warga binaan," ujar Kasubsi Pembinaan, Rabu (15/04/2026).

Setiap hari, petugas dapur memeriksa kondisi bahan makanan yang masuk, melakukan pengecekan terhadap tamping dapur serta memastikan bahwa seluruh proses penyimpanan berjalan sesuai standar.

Baca Juga: Adopsi AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Wajib Relevan dengan Teknologi

Kalapas Gunungtua, Japaruddin Ritonga menegaskan bahwa dapur merupakan salah satu sektor penting dalam pelayanan terhadap warga binaan. "Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam hal penyediaan makanan. Oleh karena itu, kebersihan dapur harus selalu dijaga. Petugas kami melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan alat memasak ataupun bahan makanan yang dapat membahayakan kesehatan WBP," ujar Kalapas.

Sementara itu untuk menjamin hak kesehatan warga binaan Lapas Gunungtua secara rutin melaksanakan kegiatan pelayanan pengobatan.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 24 jam dan ditangani langsung oleh perawat Klinik Lapas Gunungtua dan diikuti oleh WBP yang membutuhkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Angkat Praktik Global, Kabapas Muara Teweh Ikuti WCPP 2026 Bahas Sistem Pembinaan Terpadu ala Perancis

Kepala Lapas Gunungtua, Japaruddin Ritonga mengatakan, proses pelayanan dimulai dari pelaporan WBP kepada petugas jaga, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran di klinik serta pencatatan keluhan pasien.

Selanjutnya, perawat melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan tindakan pengobatan, serta edukasi terkait kondisi kesehatan yang dialami.

(Humas Lagunta)

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini