NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pengajian rutin warga binaan yang digelar di Masjid Lapas Muara Teweh bersama Ustadz Alianoor. Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh warga binaan yang antusias mengikuti rangkaian pembelajaran agama sebagai sarana memperdalam nilai-nilai spiritual serta memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan guna membentuk karakter warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: Dugaan “Backing” Oknum Pejabat Kemnaker, Kasus PHK Sepihak di PT Nikomas Gemilang Mandek
“Pembinaan keagamaan menjadi fondasi utama dalam proses perubahan diri warga binaan. Melalui kegiatan pengajian ini, kami berharap tumbuh kesadaran moral, ketenangan batin, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih positif,” ujar Halasson Sinaga.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Alianoor memberikan materi keagamaan yang menekankan pentingnya introspeksi diri, memperkuat iman, serta menjaga harapan untuk masa depan yang lebih baik. Suasana pengajian berlangsung interaktif, hangat, dan memberikan motivasi spiritual bagi seluruh peserta.
Kegiatan pengajian ini menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya pemasyarakatan yang humanis, di mana Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membina mental dan spiritual warga binaan.
Baca Juga: Polemik Ceramah JK di UGM, Takmir Masjid dan Jubir Minta Publik Simak Video Utuh
Melalui program pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Muara Teweh berkomitmen menghadirkan lingkungan pembinaan yang positif, religius, dan konstruktif sebagai bekal warga binaan untuk kembali berkontribusi secara baik di tengah masyarakat.
(Humas Lapas Muara Teweh)