Kamis, 4 Juni 2026

Dirjen Bimas Kristen Kemenag Buka Konvensi Injil STT Indonesia, Tegaskan Supremasi Injil di Dunia Akademik

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Kamis, 12 Maret 2026 | 14:24 WIB
Konvensi Injil STT se-Indonesia (Foto: BMPTKKI)
Konvensi Injil STT se-Indonesia (Foto: BMPTKKI)

Memasuki hari kedua, konvensi dilanjutkan dengan sesi ilmiah utama yang menyoroti penguatan penelitian teologi berbasis Injil serta pembangunan diskursus teologi injili di Indonesia. Prof. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th., D.S.A. dari STT Semarang memaparkan materi berjudul Penelitian Teologi Berbasis Injil: Model, Metodologi, dan Kontribusi bagi Teolog dan Akademisi Kristen Indonesia. Ia menekankan pentingnya metodologi penelitian teologi yang berakar pada Injil agar karya akademik tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi gereja dan masyarakat.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Arnold Tindas, M.Th. dari STTI Harvest Tangerang yang membahas topik Konvensi Injil sebagai Ruang Kolaboratif Nasional: Membangun Diskursus Teologi Injili yang Berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi teologi untuk memperkuat jaringan akademik serta mengembangkan dialog teologi injili yang konstruktif di tingkat nasional.

Pada sesi utama konferensi, peserta mengikuti Keynote Speaker Session bertema “Supremasi Injil dalam Dunia Akademik” yang disampaikan oleh Pdt. Dr. (HC) Stephen Tong. Sesi ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan di Messiah Cathedral, kompleks The Reformed Millennium Centre of Indonesia (RMCI), yang dihadiri hampir 5.000 peserta termasuk peserta KISSTTI.

Dalam pemaparannya, Stephen Tong menegaskan bahwa supremasi Injil harus menjadi fondasi seluruh aktivitas akademik di sekolah tinggi teologi agar pendidikan teologi tetap setia pada kebenaran Alkitab sekaligus relevan dengan perkembangan zaman. Ia menambahkan bahwa supremasi Injil bertujuan mengembalikan fokus pada pesan Injil yang murni serta menghindari penekanan berlebihan pada tradisi, hukum, atau ritual yang dapat menggeser makna Injil sebagai kuasa Allah yang menyelamatkan.

Selain itu, Prof. Dr. Peter Lillback, Ph.D. dari Westminster Theological Seminary, Amerika Serikat, turut menyampaikan materi berjudul The Supremacy of the Gospel in the Academic World of American Theological Schools. Ia menjelaskan bagaimana perguruan tinggi teologi di Amerika mempertahankan komitmen terhadap Injil di tengah tantangan sekularisasi dunia akademik.

Melalui diskusi ilmiah yang intensif sepanjang konvensi, KISSTTI 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antar sekolah tinggi teologi di Indonesia dalam menjaga kemurnian Injil sekaligus mengembangkan kontribusi akademik teologi bagi gereja, masyarakat, dan dunia pendidikan nasional. Buku yang diluncurkan dalam forum ini juga direncanakan segera tersedia bagi kalangan akademisi, mahasiswa, profesional, pengusaha, dan jemaat.

Menjelang akhir kegiatan, dibacakan Pernyataan Konvensi Injil I BMPTKKI yang memuat 12 butir pernyataan. Dokumen tersebut disusun oleh tim perumus yang diketuai Dr. Welly Pandensolang, M.Th. dengan sekretaris Dr. Steven Palilingan, M.Th., serta didukung sejumlah anggota tim dari berbagai sekolah tinggi teologi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ibadah penutup KISSTTI 2026 yang dilayani oleh tim dari STT Reformed Indonesia. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yuzo Adhinarta, Ph.D., dan ibadah berlangsung khidmat sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian konvensi.

Halaman:

Editor: Restu Zebua

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini