Dirjen menambahkan sebelum puncak Festival Kasih Nusantara digelar pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, di antaranya jalan sehat lintas agama di Jakarta dan Sorong, santunan kepada anak panti asuhan lintas agama, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar C-LIGHT di Surabaya, Manado, dan Sorong, aksi kasih bagi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Bersih-bersih rumah ibadah di Bandung, dan Peluncuran Buku Ekoteologi dan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta bagi siswa Kristen.
Festival ini menjadi ruang ekspresi budaya, pelayanan, dan kesaksian iman yang merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman. Perayaan dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan budaya dari berbagai daerah, antara lain paduan suara dan orchestra, tarian daerah, angklung, kolintang, barongsai, serta penampilan solois dari guru agama, dosen, dan peserta didik. Seluruh rangkaian penampilan ini memperkaya pengalaman perayaan iman yang inklusif dan penuh kebersamaan.
Perayaan Natal Kementerian Agama Tahun 2025 dirangkaikan pula dengan semangat “Natal For All” — narasi inklusif yang menegaskan bahwa perayaan kasih dan harmoni Natal terbuka bagi seluruh elemen bangsa tanpa melihat latar belakang budaya, sehingga menjadi momentum memperkuat kerukunan umat beragama dan kerjasama sosial yang nyata.
Melalui rangkaian perayaan Natal Tahun 2025 ini, Kementerian Agama berharap nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, dan semangat “Natal For All” semakin menguat serta memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa.
Artikel Terkait
Lapas Gunungtua Ikuti Apel Pegawai Awal Tahun 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Kalapas Kelas IIB Gunungsitoli Pantau Persiapan Panen Program Ketahanan Pangan
Perawatan Tanaman Kangkung dan Selada Hidroponik di Kebun SAE Lapas Kelas IIB Amuntai
Aduan Ormas Bermasalah, Komisi A Ajak Warga Tempuh Jalur Legislatif
Momentum Awal Tahun, Kalapas Padangsidimpuan Berikan Arahan kepada Seluruh Petugas