NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) serta mendorong pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung melaksanakan kegiatan Studi Tiru ke Lapas Kelas IIB Amuntai pada Sabtu, 29 November 2025.
Kegiatan ini disambut langsung oleh jajaran Lapas Amuntai. Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi terkait praktik-praktik baik (best practice) yang telah dijalankan oleh Lapas Amuntai, khususnya pada aspek Reformasi Birokrasi, pembangunan Zona Integritas, hingga peningkatan kualitas layanan publik yang fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan kepuasan masyarakat.
Studi tiru ini juga menghadirkan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Tim dari Lapas Tanjung menggali berbagai strategi teknis pelaksanaan WBK, mulai dari penyusunan bukti, inovasi pelayanan, penguatan manajemen perubahan, hingga pola komunikasi internal yang efektif dalam pembangunan ZI.
Baca Juga: Praktik Curang Uji KIR Terkuak di Kabupaten Malang, AMI Ancam Laporkan ke Aparat Hukum
Kalapas Kelas IIB Amuntai, Yosef, menyampaikan penghargaan atas kunjungan tersebut. “Kami menyambut kehadiran baik rekan-rekan dari Lapas Tanjung. Semoga praktik yang kami terapkan dapat menjadi referensi dan memperkuat langkah bersama dalam membangun Zona Integritas. Reformasi Birokrasi adalah kerja kolektif, dan kami siap saling mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Tanjung, Tri Joko, menekankan pentingnya kegiatan studi tiru ini sebagai bagian dari komitmen satuan kerja dalam meraih predikat WBK.
“Kami berterima kasih atas penerimaan dan pembelajaran yang diberikan oleh Lapas Amuntai. Best practice yang hari dipelajari ini akan segera kami tindaklanjuti. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan memastikan setiap langkah Reformasi Birokrasi berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dugaan Uji KIR Siluman di Kota Probolinggo Mengemuka, AMI Desak Pemkot Tindak Tegas Oknum Dishub
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antar satuan kerja Pemasyarakatan dalam mewujudkan layanan publik yang bebas korupsi, berkinerja tinggi, serta semakin dekat dengan masyarakat.
(Humas Lapas Amuntai)