Jokowi Silaturahmi dengan Pimpinan FBR di Istana Bogor
JakartaNAWACITA - Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) mengucapkan rasa terimakasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Betawi.
Hal tersebut diungkapkan Pimpinan FBR saat menemui Jokowi dalam rangka silaturahmi di Istana Bogor, Senin (18/3).
Ketum FBR Lutfi Hakim mengatakan silaturahmi dengan Presiden tersebut merupakan hal yang biasa antara rakyat dengan pemimpinnya.
"Pada dasarnya cuma silaturahim biasa antara rakyat dan pemimpinnya. Alhamdulillah Pak Jokowi berkenan menerima silaturahim kami dan sekaligus mewakili dari sekian banyak masyarakat adat, kami salah satunya adalah masyarakat Betawi mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pak Jokowi terhadap adat, lembaga adat yang ada di Nusantara, salah satunya lembaga adat masyarakat Betawi," ujar Lutfi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (18/3).
Dikesempatan itu Luthfi sempat menyinggung kebijakan Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, mengeluarkan kebijakan agar PNS Pemprov DKI mengenakan pakaian adat khas Betawi sebagai salah satu seragam kerja.
"Karena kalau bicara Betawi sudah pasti Islam. Jadi kita tak perlu lagi eksplisitkan Islamnya, tapi Betawinya. Beliau mengeluarkan Pergub 209 2012 tentang pakaian adat Betawi itu juga pakaian muslim, kok. Sadariah pakai peci item dan cukin untuk pria, bagi perempuan kebaya kerancang," katanya.
Masyarakat Betawi sambungnya, selalu mendoakan untuk kebaikan Jokowi.
Menurut Lutfi, saat bersilaturahmi dengan presiden itu juga pihaknya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Jokowi, karena kepedulian presiden terhadap masyarakat Betawi. Sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden, kata dia, Jokowi dinilai memberikan kepedulian yang besar terhadap Betawi.
"Yang sederhana saat akan ada pencetakan uang baru, kami masyarakat Betawi meminta setidakya ada satu ikon budaya atau tokoh Betawi dalam mata uang baru, karena sepanjang bangsa ini merdeka tidak ada ikon masyarakat Betawi di dalamnya. Kami minta satu, (malah) dikasih dua. Pada uang kertas Rp 100 ribuan dan Rp 2.000-an. Uang kertas Rp 100 ribuan ikon budaya, yaitu (tari) Topeng Betawi. Pada uang Rp 2.000-an ikon tokoh, yakni MH Thamrin," jelas Luthfi.
Lebih jauh Lutfi berharap Jokowi bisa lebih memaksimalkan kepentingan masyarakat Betawi.
"Apa pun yang bisa memaksimalkan kepentingan masyarakat Betawi karena dia merupakan budaya bangsa, aset nasional, dan menjadi jati diri bangsa," katanya.