NAWACITAPOST.COM- Keluarga Pasien menggeruduk RS Mandaya Royal Hospital Puri yang beralamat di Metland Cyber City, Jl. Tol Jkt - Tangerang Lot. C-3, Parung Jaya, Kec. Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten 15159.
Aksi itu dipicu dugaan kelalaian penanganan medis yang menyebabkan seorang pasien berinisial Y meninggal. Bermula Pasien datang dengan keluhan sendawa yang terus menerus dengan dugaan awal Gerd (asam lambung naik).
Pihak RS mengatakan kepada keluarga pasien bahwa akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter internis namun sampai pada pasien anfal kemudian meninggal, dokter internis tidak pernah datang.
Jason anak dari Pasien menanyakan kepada dokter yang ada pada saat itu perihal dokter internis untuk ibunya tetapi dokter hanya berjanji dan dokter internis tak kunjung datang.
“Penanganan pada saat Ibunya mengalami kejang juga dirasakan lambat oleh Pihak Medis. Pihak kelurga sangat menyayangkan alasan pihak medis di RS tersebut bahwa sedang ada pergantian shift pihak medis. “tambah Jason kepada wartawan, Jumat (23/10/2025).
Selain kelalaian, pihaknya mensinyalir ada dugaan tidak beres yang sangat fatal, karena pada saat pasien meninggal ditemukan mashed patato pada saluran pernafasan korban sehinggga pasien sesak nafas sampai meninggal.
Soal langkah hukum, keluarga Pasien sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, baik itu perdata maupun pidana. "Nanti akan kami kabarkan, saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti," ucap Jason anak dari Pasien.
Jason menambahkan, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa mendiang alergi ubi jalar. Padahal dari hasil pemeriksaan di RS tersebut jelas sebaliknya. "Di sini [hasil laporan pemeriksaan] no alergi," ujarnya.
Baca Juga: Kanwil Ditjenpas Sumut Luruskan Isu Kerusuhan di Lapas Gunungsitoli, Situasi Terkendali dan Aman
Jason mamastikan bahwa mendiang Ibunya tidak mempunyai alergi makanan yang disebutkan itu.
Pihak RS Mandaya Royal Hospital Puri akui terbuka terhadap keluarga pasien yang meninggal
Sementara itu, pihak RS Mandaya Royal Hospital Puri menanggapi soal pasien yang meninggal akibat dugaan kelalaian RS.
Aulia Yordan, MARS, selaku Medical Director Mandaya Royal Hospital Puri mengatakan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien terkait meninggalnya pasien berinisial Y.
"Keluarga telah bertemu dengan kami (pihak rumah sakit) beberapa kali ya pak, an sejauh ini sangat kondusif," kata Aulia saat dikonfirmasi,Jumat (23/10/2025).
Aulia menjelaskan bahwa pihak Rmah Sakit Mandaya Royal Hospital Puri selalu terbuka terhadap pihak keluarga pasien yang meninggal.
"Hubungan kami dengan keluarga pasien baik Pak, kami terbuka sejak awal , keluarga telah bertemu dengan kami beberapa kali ya pak," ujarnya.***.
Artikel Terkait
Lapas Gunungtua Bagikan Bansos Kepada Keluarga WBP dan Masyarakat
Bhakti Sosial untuk Keluarga Warga Binaan di Rutan Rantau, Program Akselerasi Menteri ImiPas
Kasus penganiayaan Berat, di Ungkap Polsek Tualang
Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Kelas III Gunungtua Bagikan Peralatan Mandi
Eks Lokalisasi Moroseneng Bergeliat, Reni Astuti Minta Pemkot dan Aparat Komitmen Berantas Prostitusi
Kanwil Ditjenpas Sumut Luruskan Isu Kerusuhan di Lapas Gunungsitoli, Situasi Terkendali dan Aman
Wartelsuspas Lapas Kotapinang: Menyambung Rindu, Menguatkan Kasih dari Balik Jeruji
Arif Fathoni: Adies Kadir Tak Layak Dihukum oleh Trial by Opinion
Bawaslu Surabaya Siapkan Peta Dapil Baru, DPRD Akan Bertambah Jadi 55 Kursi
Apel Ojek Online Siap Jaga Kamtibmas, Polresta Sidoarjo Bagikan Sembako