NAWACITAPOST.COM – Kawasan Ampel, Surabaya, kembali bergeliat dengan aroma rempah dan semangat budaya dalam Festival Kuliner Khas Ampel “Gule Maryam” dan Semarak Budaya 2025, yang digelar di Serambi Ampel, Food Court Jl. Pegirian No. 258, Kelurahan Pegirikan, Kecamatan Semampir, pada Minggu (12/10/2025).
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan merupakan bagian dari Program Kemitraan Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan.
Rangkaian acara menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya seperti tari remo, Jula-juli, hadroh Al-Fattah, musik religi, hingga pembagian 500 porsi gratis Gule Maryam, kuliner legendaris yang menjadi ikon kawasan Ampel.
Dalam sambutannya, Reni Astuti, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal yang berpadu dengan penguatan ekonomi rakyat.
“Festival semacam ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum menghidupkan kembali denyut UMKM dan wisata religi di Ampel,” ujar Reni.
Ia menjelaskan, kegiatan “Semarak Budaya” merupakan salah satu dari tujuh program yang ia bawa ke daerah pemilihannya (Dapil) Jawa Timur, sebagai bentuk sinergi antara dunia budaya, ekonomi kreatif, dan pendidikan masyarakat.
“Kalau sebelumnya kita mengangkat kekhasan Kecamatan Sukomanunggal dengan festival layang-layang, di Ampel ini kita tonjolkan kuliner khasnya, Gule Maryam, sekaligus seni hadrah dan tarian tradisional,” jelasnya.
Reni menambahkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berbentuk pertunjukan seni, namun juga harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya adalah keunggulan bangsa. Dari seni, kuliner, hingga nilai-nilai seperti gotong royong, kesabaran, dan kebersamaan — semua harus kita rawat karena itu yang mempersatukan Indonesia,” tegasnya.
Reni juga menekankan pentingnya memperkenalkan budaya dan kuliner lokal kepada anak-anak dan generasi muda.
“Anak-anak harus tahu bahwa kuliner Indonesia itu kaya dan beragam. Jangan hanya mengenal makanan kekinian dari luar negeri. Kita punya warisan rasa yang luar biasa dan harus kita banggakan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi tradisi tahunan yang mampu menarik wisatawan dan memperkuat posisi Ampel sebagai sentra wisata religi sekaligus wisata kuliner khas Surabaya.
Reni menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh warga terus berkontribusi menjaga budaya dan mendukung pendidikan generasi muda.
“Kalau kita dulu belum bisa kuliah, ayo dorong anak-anak kita agar bisa. Kalau tidak kuliah, setidaknya mereka punya keterampilan. Pendidikan dan budaya harus berjalan beriringan,” pungkasnya.
Festival ini menjadi semakin semarak dengan kehadiran ratusan warga yang menikmati sajian Gule Maryam — kuliner hasil perpaduan budaya Arab dan Jawa yang telah menjadi simbol khas Ampel selama ratusan tahun.