Minggu, 19 Juli 2026

Gathering PGLII DKI 2025 Berlangsung Tiga Hari, Sukses Besar Membangun Ikatan Erat Sesama Hamba Tuhan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 11 Agustus 2025 | 18:42 WIB

Kemudian Habib Jindan Bin Novel Bin Salim yang adalah salah satu penasehat Presiden juga diundang sebagai pemateri memberi materi tentang sejarah dari nabi Adam sampai datangnya Nabi Isa sesuai yang tertulis di Alquran yang di Alkitab disebut Yesus Kristus. Sekalipun ada perbedaan besar tapi kita tarik benang merahnya bahwa Yesus Kristus lahir dari seorang perempuan yaitu Maria dengan penuh keajaiban dan Mujizat dan kedudukannya sebagai pribadi yang suci. Titik persamaan inilah yang menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati di antara kita.

Sementara para pakar hukum yang menjelaskan tentang hukum kepada para hamba Tuhan dengan menekankan tentang makna Advokasi dalam konteks Gereja mendorong gereja agar membela hak dan kewajiban bagi jemaat. Secara Teologis kita melihat Yesus Kristus membela hak orang yang tertindas.

Di Hari terakhir panitia menghadirkan Kepala Sub Biro Dikmental Pemprov DKI Jakarta yaitu Ust Muchlis yang menjelaskan pedoman umum terkait dengan Pemberian dana Hibah/Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI). PGLII Sebagai PIC atau koordinator yang diberi wewenang oleh pemerintah Prov DKI untuk menyalurkan dana Hibah BOTI tahun 2025 harus bekerja sesuai pedoman umum dan turunannya yaitu SOP yang telah dibuat dan telah disetujui bersama oleh 7 Aras Gereja.

Aturan ini wajib ditaati oleh semua gereja penerima dana hibah BOTI. Untuk tahun depan PM1 dari kelurahan merupakan syarat Mutlak selain SKTL yang dkeluarkan oleh Kementrian Agama. Untuk diketahui bahwa PM1 ini menerangkan tentang existing keberadaan Gereja. Ini memang tidak ditawar-tawar lagi. ini juga menguntungkan teman-teman dari Kristen dalam kaitannya dengan basis data real gereja di Jakarta. PM1 satu ini akan menjadi seleksi alam, Gereja-gereja yang berada di PGLII yang masih menjadi Antrian panjang suatu saat bisa maju karena masih terdapat satu gedung yang dipakai oleh beberapa gereja. Jadi ini memang harus disampaikan walaupun pahit adanya,ini aturan untuk kebaikan bersama, kasihan kalo menjadi temuan, maka yang terkena nantinya adalah PGLII.

Baca Juga: Peduli Sesama, Lapas Kelas III Gunungtua Bagikan Bansos Kepada Keluarga WBP dan Masyarakat

Gathering PGLII ini sudah 3 kali diadakan. Kita mau menjadi koordinator atau tidak menjadi koordinator BOTI kita tetap akan melaksanakan Gathering. Tadi dilakukan pemutakhiran data, tujuanya adalah untuk keselarasan data jika terjadi perubahan atau kesalahan, apakah sudah sesuai dengan nama yang diajukan atau tidak. Jangan sampai yang diajukan nama Si A sementara penerima dana adalah si B, seperti ini sama sekali tidak dibenarkan.

Tahun ini PGLII mendapatkan 195 Kuota sesuai kesepakatan para pimpinan Aras yang berita acaranya telah ditanda tangani bersama oleh para pimpinan Aras dan Kepala Biro Dikmental.

“Kita bersyukur bahwa animo para Hamba Tuhan untuk mengikuti Gathering tahun ini ini sangat besar penuh antusias. Target kami 400 ternyata yang mendaftar mendekati 500 orang”. Dan kebanyakan dari mereka mendaftar di H-2 sampai H-1, bahkan banyak juga yang on the spot (daftar di tempat) dan ini membuat panitia harus bekerja lebih extra, terutama dalam kaitannya dengan akomodasi dan Kaos yang disiapkan oleh panitia untuk peserta. Namun kami senang karena memliki tim kerja yang solid yang bekerja dengan tulus penuh semangat, lebih bersyukur lagi karena terget tercapai. Puji Tuhan.

Baca Juga: Kokohkan Disiplin dan Integritas, Lapas Kelas III Gunungtua Laksanakan Apel Pagi Pegawai


Pdt. Immanuel de Fretes menambahkan bahwa selama kami menjadi pengurus PGLII DKI, Gathering ini merupakan Gathering ketiga. sebagai Evaluasi dari Gathering pertama dan kedua, Gathering ketiga yang berlangsung di Taman Bukit Palem Resort ini jauh lebih ramai, bukan berarti yang pertama dan kedua tidak ramai, tetapi kali ini lebih ramai.

“Jumlah peserta terbanyak, persiapan panitiapun ok, termasuk materi pembekalan dan lainnya. Sasarannya lebih jelas.

Lebih lanjut, Immanuel mengusulkan untuk Gathering tahun depan dilakukan sekalian bersamaan dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) PGLII DKI. Tahun depan mungkin lebih banyak acara santainya.

Ditambahkan Pdt. Dr. Johny E. Tambariki sebagai Pengurus PGLII DKI dari pengamatannya tentang kehadiran peserta, melihat bahwa pertemuan ini bermanfaat membangun umat dan membangun Komunitas. Harapannya pertemuan semacam ini ke depan semakin baik.

Baca Juga: Meriahkan Porseni HUT ke-80 RI, Lapas Kelas IIB Amuntai Gelar Lomba Catur

Yang kedua, informasi yang disampaikan oleh para pembicara yang berkompeten valid dan sangat jelas. Ketiga, pertemuan ini menghasilkan terjadinya komunikasi yang baik antar sinode dan atar gereja lokal. Ini yang diharapkan karena tagline PGLII jelas yaitu panggilan untuk bersekutu mendorong kita untuk terus semangat dalam pemberitaan Injil.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini