NAWACITAPOST.COM - Berita tentang rencana pemerintah untuk menghentikan sementara beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) menciptakan kehebohan di media sosial.
Kabar ini menyebabkan kekecewaan di kalangan netizen, yang menganggap LPDP sebagai beasiswa bergengsi untuk memberikan dukungan finansial penuh kepada mahasiswa berprestasi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan klarifikasi terkait rumor tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Bagikan 342.621 Rice Cooker Gratis, Siapa Saja yang Berhak Mendapatkanya?
Menurutnya, yang akan dihentikan bukanlah program beasiswa LPDP, melainkan ada pengalihan alokasi anggaran. Pemerintah akan mempertimbangan untuk menghentikan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ke LPDP.
Saat ini, anggaran LPDP telah mencapai Rp150 triliun. Rencananya alokasi APBN sebesar 20 persen akan dialihkan ke sejumlah pos lain dalam bidang pendidikan.
"Tiap tahun dari 20 persen anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp20 T di dalam dana abadi, sekarang numpuk sekitar Rp136 T. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu, 20 persen akan difokuskan untuk pendidikan dan riset," kata Muhadjir, dikutip Kamis (18/1/2024).
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Totok Lusida: Pengusaha Properti dan Ketua Umum REI Periode 2019-2022
Dengan anggaran pendidikan mencapai 20% dari APBN, pemerintah berencana untuk fokus menggunakan anggaran tersebut untuk membenahi sektor pendidikan secara menyeluruh, termasuk riset dan pengembangan perguruan tinggi.
Muhadjir menekankan bahwa penyetopan alokasi anggaran LPDP bukan berarti penghentian program beasiswa. Beasiswa LPDP akan tetap berjalan. "LPDP tetap jalan," kata dia.
Dana ini akan terus diputar dan menghasilkan imbal hasil, yang diharapkan dapat membiayai program beasiswa.
Baca Juga: Persiapan Debat Keempat Pilpres 2024: Jadwal, Panelis, dan Tema Pembahasan
Pemerintah, lanjut Muhadjir, ingin mengalihkan fokus dana pendidikan untuk memperbaiki sektor pendidikan secara menyeluruh.
Rencana ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan alokasi dana riset. Muhadjir menyatakan bahwa pembenahan pendidikan dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi menjadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Baru 0,1 Persen Penduduk Indonesia Nikmati Beasiswa LPDP
Menko PMK Lakukan Diskusi dengan Awardee LPDP di Jerman
Menko PMK Lakukan Jajak Pendapat dengan Awardee LPDP di Kota Bonn Jerman
9 Negara Favorit Tujuan Beasiswa LPDP
LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa 2024, Persiapan Syarat dan Dokumen Ini