NAWACITAPOST.COM — Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 dalam sebuah ibadah syukur yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat di Gereja Bethel Injil (GBI) Cipulir, Jakarta Selatan, pada Minggu (20/7/2025).
Informasi yang dihimpun Nawacitapost.com, acara perayaan HUT PGLII diselenggarakan oleh PGLII Wilayah DKI Jakarta dan dihadiri oleh berbagai pimpinan gereja, sinode, lembaga aras nasional, dan tokoh-tokoh Kristen dari Jabodetabek.
Ibadah HUT yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini mengangkat tema "Semua Bangsa Harus Mendapat Kesempatan untuk Mendengar Injil" yang terinspirasi dari Roma 10:18, menegaskan kembali misi utama PGLII sejak berdiri pada 17 Juli 1971, yakni mewartakan Injil kepada segala bangsa.
Baca Juga: Peluncuran 80 Ribu KDMP, Desa Ranjeng Kabupaten Serang jadi Percontohan tingkat Nasional
Pengkhotbah utama dalam perayaan ini adalah Pdt. Dr. Tommy O. Lengkong, Ketua Umum PGLII, yang menyampaikan pesan Firman Tuhan dengan semangat misi yang membakar hati para hadirin.
Sambutan juga disampaikan oleh Pdt. Prof. Dr. Daniel Ronda, yang menekankan pentingnya kesetiaan pada Amanat Agung serta panggilan untuk menjadi gereja yang relevan di tengah tantangan zaman," ujarnya.
Dalam sambutan pembukaan, Prof. Dr. Daniel Ronda Sekretaris Umum PGLII, menyampaikan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 54 tahun perjalanan PGLII dan memperkenalkan kepengurusan pusat periode 2025–2029.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kepala Rutan Larantuka Lakukan Silahturahmi dan Koordinasi ke Polres Flores Timur
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para tamu yang hadir, termasuk Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, yang diwakili oleh Bapak Marvel Kawatu, pimpinan aras gereja nasional dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI), pimpinan sinode dan gembala jemaat di Jabodetabek, Pdt. Dr. Royke Bovie Rory, M.Th, bersama Gembala GBI Cipulir yang menjadi tuan rumah.
Penegasan Tema dan Keprihatinan Bangsa
Selain itu, dalam sambutan Prof. Ronda kembali menegaskan khotbah yang disampaikan Ketum bahwa ciri utama kaum Injili adalah iman akan keselamatan hanya melalui Yesus Kristus, sehingga Injil harus diberitakan secara setia, kontekstual, dan menjangkau semua suku dan bangsa, termasuk melalui media digital.
Namun, PGLII juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi bangsa dan ciptaan, dikarenakan Korupsi dan kesenjangan sosial yang masih melanda Indonesia, intoleransi terhadap keberagaman dan kebebasan beragama, krisis ekologis akibat eksploitasi alam yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Situasi tersebut, menurut PGLII, menuntut gereja hadir secara nyata sebagai suara keadilan, agen rekonsiliasi, dan penjaga keutuhan ciptaan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Artikel Terkait
Langkah Sehat, Harapan Cerah : Warga Binaan Lapas Rantauprapat Antusias Mengikuti Senam Pagi
Wujudkan Pemasyarakatan Bermartabat, Rutan Rantau Gelar Sosialisasi Remisi dan Forum Aspirasi
Peduli Sesama, Lapas Gunungtua Bagikan Bansos Kepada Keluarga WBP dan Masyarakat
Apel Pagi, Lapas Gunungtua Perkuat Kedisplinan Pegawai Sebagai Kunci Pelayanan Prima
Dishub Siak Siapkan Penertiban dengan Tegas, Truk Adol masuk ke Jalan Kampung