Minggu, 19 Juli 2026

Kinerja Moncer, Summarecon Raup Rp10,62 Triliun di 2024  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 16 Juni 2025 | 16:41 WIB
Summarecon berkomitmen untuk terus memperkuat bisnis inti.  (X)
Summarecon berkomitmen untuk terus memperkuat bisnis inti. (X)

NAWACITAPOST.COM - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menutup tahun buku 2024 dengan kinerja gemilang. Manajemen menyampaikan pencapaian tahun lalu mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hal ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, 12 Juni 2025.

“Secara kinerja pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dalam Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2024,” ujar Presiden Direktur Summarecon, Adrianto Pitojo Adi dalam keterangannya di sela-sela RUPST.

Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp10,62 triliun, meningkat 59,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga melonjak 74,2 persen menjadi Rp1,84 triliun.

Pencapaian ini didorong oleh kontribusi dari sembilan kawasan Kota Terpadu yang dikembangkan Summarecon di berbagai daerah seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang. Adrianto menegaskan pihaknya akan terus memperkuat bisnis inti dengan strategi yang fleksibel dan mengikuti arah pasar.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Ia menyebut, produk-produk inovatif menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya saing di industri properti. “Summarecon berkomitmen untuk terus memperkuat bisnis inti melalui penerapan strategi yang adaptif, selaras dengan dinamika dan kebutuhan pasar yang terus berubah melalui peluncuran produk-produk inovatif sehingga bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” jelasnya.

Unit usaha Pengembangan Properti (Property Development) mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,50 triliun, meningkat tajam 86 persen dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,04 triliun. Di sisi lain, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) membukukan pendapatan Rp2,15 triliun, naik 24 persen, sebagian besar berasal dari kenaikan pendapatan sewa mal sebesar Rp388 miliar.

Kontribusi tambahan juga datang dari lini bisnis lainnya yang mencatatkan pendapatan Rp967 miliar, atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disumbang oleh sektor perhotelan yang menunjukkan perbaikan tingkat okupansi dan rata-rata tarif kamar.

Dalam RUPST tersebut, perusahaan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp9 per saham, dengan total nilai Rp148,57 miliar. Untuk tahun 2025, Summarecon menargetkan nilai pra-penjualan sebesar Rp5 triliun dari seluruh proyek yang tersebar di sembilan kawasan pengembangan.

Baca Juga: Yasonna Ungkit Pidato Habibie untuk Tegaskan Fakta Kekerasan Seksual 1998  

Penjualan di awal tahun menunjukkan tren positif. Tercatat, selama kuartal pertama 2025, nilai penjualan properti mencapai Rp877 miliar. Hingga akhir Mei 2025, total marketing sales perusahaan sudah menembus angka Rp1,8 triliun, atau sekitar 37 persen dari target tahunan.

 

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini