NAWACITAPOST.COM - Komisaris Utama Baluse Perkasa Nusantara, Faigiziduhu Ndruru, mengungkap alasan kuat di balik pilihannya menekuni bisnis brankas Baluse. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata demi keuntungan, melainkan bentuk nyata dari kepedulian terhadap keamanan barang-barang berharga milik masyarakat.
"Memilih bisnis brankas Baluse karena saya peduli keamanan," ujarnya, Rabu (11/6/2025).
Menurut Faigiziduhu, dari sekian banyak pilihan bisnis yang tersedia, ia bersama timnya memilih untuk fokus pada penjualan brankas karena menyadari bahwa setiap orang memiliki dokumen penting, surat berharga, perhiasan, dan barang pribadi lainnya yang membutuhkan perlindungan maksimal. Melalui produk brankas Baluse, mereka tidak sekadar berjualan, tetapi juga menawarkan rasa aman kepada masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa menjual brankas bukan hanya soal memenuhi kebutuhan finansial perusahaan. "Penjualan penting, kami butuh uang, dan perusahaan tentu harus berjalan dengan baik. Tapi kalau dibandingkan dengan uang, emas, dan dokumen yang aman milik masyarakat, maka nilai penjualan brankas Baluse tidak sebanding," tuturnya.
Faigiziduhu Ndruru juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya memiliki brankas dengan standar keamanan tinggi. Risiko kehilangan akibat pencurian atau kebakaran bisa menimpa siapa saja, dan penyesalan sering kali datang saat semuanya sudah terlambat.
Baginya, rasa aman bukanlah barang mewah, melainkan kebutuhan pokok yang kerap diabaikan banyak orang. Faigiziduhu Ndruru juga menyoroti bahwa tidak semua produk brankas di pasaran benar-benar aman.
Menurutnya, brankas yang andal harus terbuat dari bahan tebal, solid, berat, serta dilengkapi sistem penguncian menggunakan slot besi stainless berdiameter besar dengan mekanisme bar kiri dan kanan. Teknologi ini dinilai mampu memberikan perlindungan maksimal, baik dari bahaya kebakaran maupun upaya pembongkaran paksa.
"Jangan mudah tergoda dengan harga murah. Banyak brankas yang menawarkan rasa aman, tapi justru menjadi jebakan karena kualitasnya rendah," ujarnya.
Baca Juga: Jakarta Butuh Rp1.000 Triliun untuk Jadi Kota Global, Dana dari Mana?
Ia juga memahami bahwa imbauan untuk memiliki brankas Baluse bisa saja dianggap sebagai bentuk tekanan. Namun menurutnya, hal tersebut sama seperti aturan wajib memakai helm yang diberlakukan oleh polisi. Aturan itu berlaku bukan demi keuntungan petugas, melainkan karena alasan keselamatan pengguna itu sendiri.
"Kepedulian kami terhadap keamanan membuat kami terlihat seperti memaksa. Tapi sebenarnya, niat kami sama seperti polisi yang mewajibkan penggunaan helm agar masyarakat aman dan terhindar dari risiko besar, bahkan kematian," jelasnya.
Faigiziduhu menambahkan, pihaknya akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan brankas sebagai bentuk perlindungan optimal terhadap barang berharga. Namun, jika ada yang menganggap hal itu tidak penting, ia tidak mempermasalahkannya.
"Karena kalau suatu saat risiko terjadi, yang akan menanggung kerugian adalah individu yang bersangkutan, bukan kami," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kalapas Gunungtua Kontrol Blok Hunian : Pastikan Warga Binaan Sehat, Aman dan Kondusif
Patroli Sambang APH, Upaya Lapas Padangsidimpuan Terus Menjaga Keamanan dan Ketertiban Lapas
Polresta Sidoarjo Astacita Desa Sumokembangsri Mendukung Program Ketahanan Pangan
Ghofar Ismail: Minimarket Harus Sediakan Lahan Usaha Gratis untuk UMKM Warga Sekitar
Kanit Binmas Polsek Prambon Tinjau Lahan Pekarangan Pangan Bergizi di Desa Kedungkembar