NAWACITAPOST.COM - Pemerintah tengah memperluas upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui Program 3 Juta Rumah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung untuk mengubah sejumlah lokasi penjara menjadi kawasan perumahan.
Ara mengungkapkan bahwa lokasi penjara umumnya berada di titik-titik strategis dalam kota, dan hal ini dinilai sebagai potensi untuk dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan perumahan. "Pak Prabowo sudah telpon saya, 'Ara, kita pindahkan penjara-penjara di daerah strategis buat rumah. Kita pindahkan penjara keluar kota, biar dibesuknya susah,' begitu," ujar Ara saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bil Halal Apersi 2025 di Mövenpick Hotel Jakarta Pecenongan, Senin (21/4/2025).
Ara menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk membahas pemetaan lokasi penjara yang memungkinkan untuk dipindahkan. Ia menyatakan langkah awal adalah melakukan inventarisasi bersama para pengembang.
Menurutnya, lokasi baru penjara akan dipilih yang jauh dari pusat kota agar menyulitkan akses narapidana untuk kabur, sekaligus menyulitkan proses besuk, sesuai arahan presiden. Ara menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, namun juga mendukung penataan kota secara lebih baik.
Selain memindahkan penjara, pemerintah juga terus menggenjot realisasi pembangunan rumah melalui program pembiayaan khusus. Dalam acara yang sama, Komisaris BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Menurutnya, total rumah subsidi yang sudah dalam proses pembangunan hingga realisasi selama masa pemerintahan Prabowo, per 21 April 2025, telah mencapai 149.631 unit. Adapun khusus periode 1 Januari hingga 21 April 2025, jumlah rumah subsidi yang dibangun dan telah terealisasi mencapai 107.838 unit.
"Total penyaluran FLPP dari 1 Januari sampai dengan 21 April sudah di angka 68.548 unit rumah, Pak (Menteri PKP). Ini kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kurang lebih naiknya 1.000 persen lebih," ungkap Heru dalam laporannya.
Baca Juga: Papua Jadi Tuan Rumah Hari Doa Nasional 2025
Ia menambahkan bahwa pada periode yang sama tahun lalu, realisasi FLPP hanya sekitar lima ribu unit. Kenaikan yang signifikan ini, menurut Heru, menunjukkan akselerasi program pembiayaan rumah subsidi di bawah kepemimpinan baru.
Artikel Terkait
Masih Proses Autopsi, Jenazah Ricky Siahaan Kemungkinan Sampai Hari Jumat di Jakarta
Paus Fransiskus Tutup Usia, Ini 7 Tempat yang Dikunjungi Selama di Indonesia
Wakapolres Kompol Rahmat Hidayat Dampingi Bupati Anton Wabup Syafaruddin Poti Serahan Bantuan Traktor dan Bibit Padi Di Desa Pasir Maju
Negara Ini Ukir Paus Fransiskus untuk Nama Stadion Baru
Minimalisir Barang Terlarang, Petugas Lapas Kelas III Gunungtua Lakukan Penggeledahan Kamar Hunian WBP