NAWACITAPOST.COM - Pemerintah militer Myanmar mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara itu pekan lalu telah meningkat menjadi lebih dari 2.800 orang. Selain itu, jumlah korban luka mencapai lebih dari 4.600 orang.
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah tengah Myanmar diperkirakan masih akan menambah daftar korban jiwa seiring dengan berlanjutnya upaya pencarian dan penyelamatan. Ratusan orang dilaporkan masih terperangkap di bawah reruntuhan di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu yang berada di dekat pusat gempa.
Upaya evakuasi mengalami kendala karena keterbatasan alat berat yang tersedia di lokasi bencana. Guncangan hebat ini juga turut memengaruhi dinamika politik dan keamanan di Myanmar.
Tiga kelompok bersenjata etnis minoritas, yakni Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan. Keputusan ini diambil untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan bagi para korban gempa.
Pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan serangan ofensif dan hanya akan bertindak dalam rangka membela diri guna memastikan operasi kemanusiaan berjalan lancar. Langkah serupa juga telah diambil oleh pemerintahan paralel yang dibentuk oleh anggota pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta pada Februari 2021.
Pemerintahan ini mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Sabtu sebelumnya dengan alasan yang sama, yaitu memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau korban tanpa hambatan. Sementara itu, pihak militer Myanmar belum memberikan pernyataan terkait kemungkinan menghentikan serangan mereka.
Berdasarkan laporan media lokal, serangan udara masih terus berlangsung di wilayah yang dikuasai oleh pasukan oposisi. Daerah-daerah ini sebagian besar ditempati oleh kelompok pemberontak etnis minoritas dan pemerintahan bayangan yang menentang junta militer.
Pada Rabu, pemerintah junta menyatakan bahwa lebih dari 1.500 anggota tim penyelamat asing telah dikerahkan untuk membantu operasi evakuasi pascagempa. Pada hari yang sama, tim medis dari Jepang tiba di Yangon untuk mengirimkan pasokan bantuan darurat. Bantuan yang dibawa meliputi perlengkapan sanitasi, air bersih, serta alat pemurni air untuk membantu masyarakat terdampak.
Baca Juga: Ayo Daftar! PDNI RUN 2025 Hadir dengan Kategori 10K dan 5K
Gempa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memperumit situasi politik yang telah lama bergejolak di Myanmar. Dengan adanya gencatan senjata sepihak dari kelompok-kelompok oposisi, harapan muncul agar bantuan dapat didistribusikan secara lebih efektif kepada para korban. Namun, keberlanjutan konflik bersenjata dan respons militer tetap menjadi tantangan besar dalam upaya pemulihan negara tersebut.
Artikel Terkait
Idul Fitri 1446 Hijriah Momentum Peningkatan Bersama Wujudkan Siak Maju dan Sejahtera
Jokowi Dukung Penuh, Budi Arie: Kopdes Merah Putih Siap Majukan Desa
Layanan Kunjungan Hari Ke-2, Momen Lebaran Idul Fitri 1446 H di Lapas Kelas IIB Amuntai Masih Dipadati Pengunjung
Momen Idul Fitri, Melepas Rindu di Tengah Jeruji Besi Lapas Muara Teweh
Wali Kota Bekasi Gelar Open House: Momen Hangat Bersama Warga, Dihadiri Anggota DPRD Kota Bekasi