Jumat, 19 Juni 2026

Pegiat Media Sosial dr Tifa Kembali Sindir Gibran Rakabuming: Keberanian Ngomong....

Photo Author
Ade Kurniawan, Nawacita Post
- Senin, 11 Desember 2023 | 16:17 WIB


NAWACITAPOST.COM - Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, kembali menjadi sorotan pegiat media sosial, dr Tifa. Dalam serangannya yang kerap kali menyentil Gibran terkait ketidakhadiran dalam debat terbuka, dr Tifa kini menyebut bahwa satu hal berharga dari sang cawapres adalah keberaniannya menuliskan cuitan jenaka, yang dijuluki sebagai "Awokwokwok."





Dalam sebuah cuitan di Twitter, dr Tifa mengawali serangannya dengan mengutip sebuah kutipan dari buku yang ia arahkan pada cawapres Prabowo. Kutipan tersebut menyiratkan bahwa dalam serangan, sebaiknya memfokuskan pada hal yang berharga bagi lawan, seperti yang diajarkan dalam "The Art of War."





"Lawan kali ini, cuma punya SATU saja hal yang berharga, yaitu keberanian ngomong Awokwokwok," sindir dr Tifa, merujuk pada cuitan jenaka yang sering diunggah oleh Gibran melalui akun media sosialnya.





Gibran, yang dikenal sering merespons dengan cuitan yang penuh humor, menjadi sasaran kritik dr Tifa. Meskipun cuitan tersebut terkesan ringan, dr Tifa menyoroti keberanian Gibran untuk mengekspresikan dirinya melalui media sosial, terutama dengan mempertahankan karakter "Awokwokwok."





Lebih lanjut, dr Tifa menekankan bahwa keberanian Gibran ini muncul karena statusnya sebagai anak dari Presiden RI, Jokowi. "Karena merasa Anak Presiden," tambahnya. Dengan keyakinan bahwa keberanian ini merupakan satu-satunya hal berharga yang dimiliki oleh Gibran, dr Tifa berjanji untuk terus menyerang dari sisi "Awokwokwok" tersebut.





"Maka, saya hajar terus di sisi Awokwokwoknya itu," tegas dr Tifa, memastikan bahwa kritiknya akan terus ditujukan pada aspek keberanian dan ekspresi unik Gibran di dunia maya.


Editor: Ade Kurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini