NAWACITAPOST.COM - 30 November 2023. Kang Nong Kota Tangerang Selatan, atau yang saat ini dikenal sebagai Abang Nona Kota Tangerang Selatan merupakan Gelar seorang Duta Kebudayaan dan Pariwisata terpilih yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pariwisatanya.
Proses dan perjalanan untuk mendapatkan seorang Kang-Nong/Abang-Nona Tangsel tidaklah mudah, karena untuk mendapatkan potensi pemuda-pemudi yang unggul, pemerintah kota melakukan tahapan mulai dari roadshow, audisi dalam dua kali tahapan, pembinaan, karantina sampai terakhir adalah Malam Grand Final untuk penentuannya.
10 November 2023 yang lalu, baru saja Dinas Pariwisata Kota Tangsel bekerjasama dengan Ikatan AbangNona Kota Tangerang Selatan (IKANOTAS) menyelenggarakan Grand Final Abang Nona Kota Tangerang Selatan Tahun 2023. Telah terpilih Abang Nona Tahun 2023 yang baru, yang selanjutnya akan bertugas dan mengabdi selama 2 tahun ke depan.
Namun, beberapa hari setelah acara tersebut, tersiar di media social abangnonatangsel menyampaikan pengumuman resmi yang didalamnya mengatasnamakan pengurus Ikanotas dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan mencabut Gelar dan Keanggotaan KangNong/AbangNona Tangsel.
Salah satunya adalah Pemenang KANG TANGSEL 2015, Brian Hezron Simanjorang yang tiba-tiba Gelar dicabut tanpa adanya Dasar Keputusan dan Dasar Hukum yang jelas. Kang Brian, sapaan panggilannya, saat diwawancara, menyampaikan beberapa kebingungan atas pengumuman yang dilakukan, terlebih saat ini Kang Brian tidak sedang menghadapi kasus hukum ataupun menyalahgunakan Gelarnya untuk kepentingan politik.
“Jujur saat ini saya bingung dan mempertanyakan dasar dari pencabutan gelar saya. yang saya ketahui, ketika saya dipilih dan terpilih menjadi Kang Kota Tangsel 2015, yang memberikan gelar tersebut adalah dari Dinas Pariwisata berikut dengan SK/Sertifikat resminya. Tapi sekarang penuh kejanggalan dan tanda tanya jika tiba tiba IKANOTAS, yang mana merupakan wadah Ikatan Alumni KangNong/AbangNona Kota Tangsel bisa memiliki Kewenangan yang sama dengan Dinas Pariwisata Kota Tangsel yang dimana dalam hal ini dapat mencabut gelar saya. Yang mana seharusnya Pemerintah Kota Tangsel memiliki kedudukan lebih tinggi dari IKANOTAS atau dapat dikatakan bahwa IKANOTAS adalah organisasi di bawah Dinas Pariwisata dan merupakan organisasi binaan Dinas Pariwisata Tangsel.”
“Setelah saya mendapat informasi pencabutan gelar tersebut, saya segera bertanya dan mengklarifikasikan hal tersebut ke Dinas Pariwisata Tangsel. Dalam hal ini ternyata pihak Dinas Pariwisata Tangsel pun tidak tahu menahu dan tidak dilibatkan dalam pengumuman pencabutan tersebut. Begitu juga saya tidak pernah dipanggil ataupun diundang untuk mengklarifikasikan kabar tersebut.”