Kamis, 4 Juni 2026

Media Nawacita Audiensi dengan Dewan Pertimbangan Presiden Terkait Perhelatan Nusantara Awards 2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 30 November 2023 | 14:32 WIB


NAWACITApost.com - Manajemen PT Media Nawacita Indonesia (MNI) mengadakan audiensi dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Putri Kus Wisnu Wardani, di Kantor Wantimpres, pada Rabu, 29 November 2023. Adapun jajaran PT MNI yang turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Direktur Utama PT MNI Otoli Zebua, Komisaris Utama PT MNI Faigiziduhu Ndruru, Direktur Kerja sama PT MNI Kornelius Wau, serta administrasi sekretaris perusahaan Nurlela,





"Pada Rabu 29 November 2023 kemarin, kami bertemu Ibu Putri Kus Wisnu Wardani. Dia satu-satunya perempuan, dari 9 Wantimpres," kata Otoli, Kamis (30/11/2023).





Otoli menyampaikan, audiensi ini berkaitan erat dengan acara prestisius yang akan diselenggarakan PT MNI, yakni Nusantara Awards 2024. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dihelat pada 2-3 Maret 2024 di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Tak kurang dari 20.000 peserta bakal hadiri pagelaran ini.









-




Otoli menyampaikan, Nusantara Awards 2024 bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada individu dan lembaga yang berkontribusi pada pelestarian dan pengembangan kebudayaan Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan baik pada tingkat individu maupun lembaga, termasuk perusahaan dan instansi pemerintahan, yang telah berupaya dalam bidang kebudayaan, termasuk dalam hal kuliner dan pengobatan tradisional.





Pertemuan ini juga membahas strategi pengembangan budaya sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi. Putri Kus Wisnu Wardani, dalam pertemuan tersebut, menyoroti pentingnya pengembangan budaya sebagai langkah kunci untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.





Putri Kus Wisnu Wardani sangat responsif dan memberikan dukungan penuh terhadap gagasan tersebut. Baginya, budaya adalah jalinan yang mempersatukan bangsa. Dia memandang bahwa satu-satunya yang mampu menyatukan Indonesia adalah budaya, yang juga telah diakui oleh presiden dalam berbagai momen nasional, seperti dalam upacara 17 Agustus.









"Karena menurut dia, kekayaan kita bisa habis, bisa diambil orang, tapi budaya itu tidak pernah bisa diambil. Makanya, yang namanya budaya itu perlu dilestarikan," tandas Otoli.


Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini