NAWACITAPOST.COM - Iran menggempur Israel dengan serangan rudal dan drone pada Sabtu (13/4/2024) malam, menciptakan gelombang ketegangan di wilayah tersebut.
Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memicu sejumlah fakta terbaru yang mengungkap situasi kompleks di Timur Tengah.
AS Mengklaim Intersepsi
Pasukan Amerika Serikat (AS) mengklaim telah berhasil menghancurkan puluhan drone dan enam rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran dan Yaman menuju Israel.
Dilansir oleh Al Jazeera pada Senin (15/4/2024), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah berhasil menyerang lebih dari 80 drone serang satu arah, termasuk tujuh pesawat nirawak (UAV).
Israel Berpotensi Balas Serangan
Anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, memberikan isyarat bahwa Israel berpotensi melakukan serangan balasan atas serangan Iran ini.
Gantz menyatakan bahwa Iran akan mendapatkan pembalasan yang setimpal pada waktu yang tepat. Namun, belum diketahui apakah Israel akan melakukan respons langsung atas serangan ini.
Biden Desak DPR AS untuk Bantuan ke Israel
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah mendesak para pemimpin Kongres AS untuk meloloskan rancangan undang-undang pengeluaran yang mencakup $14 miliar bantuan untuk Israel.
Langkah ini diambil sebagai respons Washington terhadap serangan Iran. Biden berupaya untuk memastikan dukungan AS terhadap Israel tetap kuat, meskipun pemerintahan Biden juga berusaha untuk mencegah Israel melakukan respons yang dapat memperburuk situasi konflik.