NAWACITAPOST.COM — Ketegangan di wilayah udara Iran kembali memuncak. Berdasarkan laporan yang bersumber dari akun Twitter atau X resmi @IRanMediaco, satu unit drone canggih MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dikabarkan jatuh tertembak. Insiden ini terjadi saat drone tersebut tengah menjalankan misi pendukung dalam upaya penyelamatan pilot jet tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh sebelumnya.
Kronologi Singkat Kejadian
Insiden ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa dramatis yang bermula pada 3 April 2026, ketika sebuah jet F-15E AS ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. Operasi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR) segera diluncurkan untuk mengevakuasi dua awak pesawat tersebut—seorang pilot dan seorang Weapon Systems Officer (WSO).
Baca Juga: Bangga!! Dua Perwira Menengah TNI Terima Penghargaan Tinggi dari Kerajaan Kamboja
Menurut laporan @IRanMediaco:
- Misi Drone: MQ-9 Reaper tersebut dikerahkan untuk memberikan perlindungan udara, pengawasan real-time, dan serangan presisi guna menghalau pasukan darat Iran yang mendekati lokasi persembunyian pilot.
- Titik Jatuh: Drone tersebut dilaporkan jatuh di wilayah Provinsi Isfahan, area yang menjadi pusat pencarian intensif antara pasukan khusus AS dan Garda Revolusi Iran (IRGC).
- Klaim Pihak Iran: Juru bicara militer Iran menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mengunci dan menjatuhkan drone tersebut saat ia mencoba memasuki zona terlarang untuk membantu proses evakuasi.
Dampak pada Operasi Penyelamatan
Meskipun kehilangan satu unit MQ-9, laporan terbaru menunjukkan bahwa operasi penyelamatan secara keseluruhan tetap berjalan sangat agresif. Presiden Donald Trump melalui akun media sosialnya telah mengonfirmasi bahwa pilot pertama berhasil dievakuasi lebih awal, sementara WSO yang sempat dinyatakan hilang akhirnya berhasil diselamatkan dalam operasi malam hari yang berisiko tinggi pada 5 April 2026.
Namun, keberhasilan evakuasi ini harus dibayar mahal. Selain kehilangan drone MQ-9 Reaper:
- Satu unit pesawat A-10 Warthog juga dilaporkan jatuh tertembak saat mendukung misi pencarian.
- Dua helikopter Black Hawk mengalami kerusakan akibat tembakan senjata ringan dari darat.
- Dua pesawat angkut MC-130J terpaksa dihancurkan sendiri oleh pasukan AS di darat setelah mengalami kendala teknis agar teknologi sensitifnya tidak jatuh ke tangan lawan.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulawesi Utara, Berpusat di Laut Dekat Pulau Karatung
Signifikansi Kerugian
Jatuhnya drone MQ-9 ini menambah daftar panjang kerugian aset tak berawak AS sejak konflik meletus pada akhir Februari 2026. Hingga saat ini, sumber-sumber intelijen memperkirakan lebih dari 16 unit drone Reaper telah hancur dalam operasi di atas wilayah Iran. Dengan harga per unit mencapai sekitar $30 juta USD (sekitar Rp470 miliar), hilangnya aset ini menjadi pukulan finansial dan strategis yang signifikan bagi kampanye udara Amerika di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail teknis jatuhnya MQ-9 terbaru ini, namun mereka menegaskan bahwa prioritas utama tetaplah keselamatan personel di medan tempur.