Kamis, 4 Juni 2026

Menyebut Orang yang Agresi Perang Tak Masuk Sorga, Pendeta Ioann dari Moscow Ditahan Pemerintah Rusia  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 20 Juli 2022 | 10:55 WIB
Pdt. Ioann Kurmoyarow. Foto BBC News Indonesia
Pdt. Ioann Kurmoyarow. Foto BBC News Indonesia

Jakarta, NAWACITAPOST.COMPerang RusiaUkraina  bukan hanya memakan korban anak-anak, lansia dan rakyat biasa, kalau tantara sudah pasti, tetapi seorang pendeta bernama Ioann Kurmoyarow, yang tidak ada di medan perang menjadi alasan ia ditahan pemerintah Rusia, karena dituduh menyebar informasi bertentangan dengan narasi perang Kremlin. Hal itu, kata Pemerintah Rusia yang Presidennya Vladimir Putin, penahan pendeta Ioann, menggunakan UU perang. Boleh dikatakan Ioann adalah pendeta pertama yang ditahan, karena telah diberlakukannya UU tersebut, mengutip suara.com dengan judul Kisah Pendeta yang Ditangkap Aparat Rusia karena Mengritik Putin.

Baca Juga : Jokowi: Indonesia Siap Menjembatani Komunikasi Rusia-Ukraina


Pendeta Ioann sendiri adalah seorang penganut Kristen pasifis, mempunyai pandangan moralnya berdasarkan perintah Alkitab dan hukum kanonik Gereja Ortodoks Rusia.

Dia juga mengutip ayat-ayat dalam Alkitab, termasuk "Diberkatilah mereka yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah" serta "Jangan membunuh."

Sebelum ditahan, sejumlah Polisi Rusia  mendatangi rumah Pendeta Ioann Kurmoyarov, menyita ponselnya, sebuah laptop, dua lukisan keagamaan, jubah pendeta, dan sebuah salib kayu. Kemudian, ia dibawa ke kantor polisi di Kota St Petersburg, dan diizinkan menelepon keluarganya sebanyak satu kali.

Pendeta Ioann mengatakan dirinya telah ditahan. "Saya adalah tahanan nurani, menderita karena kepercayaan saya. Saya menganggap tuduhan terhadap saya dan penahanan saya adalah ilegal," kata Pendeta Ioann melalui pernyataan kepada pengacaranya di Penjara Kresty, St Petersburg.

Kemungkinan Pendeta Ioann selain mengkritik Putin juga menyebut jangan membunuh, padahal Rusia dan Ukraina masih berperang.

Sorotan terhadap Pendeta Ioann bermula ketika dia mengunggah sebuah vídeo berdurasi 8,5 menit ke YouTube pada 12 Maret, lebih dua pekan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina.

Dalam video tersebut, dia mengatakan bahwa mereka yang melakukan agresi tidak akan masuk surga. Hal itu ditujukan kepada orang-orang Rusia.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB