Sabtu, 25 Juli 2026

Diprediksi Omicron Meningkat Februari - Maret 2022, PDPI Beri Solusi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 24 Januari 2022 | 20:50 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Varian Omicron memiliki kemampuan penularan dan kemampuan memperbanyak diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya. Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus Omicron merupakan kasus tanpa gejala. Kasus tanpa gejala ini sebagian besar ditemukan pada individu yang telah divaksinasi lengkap. Bahkan hampir sebagian besar negara di dunia sudah diterpa virus Omicron ini.

Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi bermanfaat untuk mencegah terjadi gejala pada individu yang telah divaksinasi. Demikian penjelasan resmi press release Ketua Umum PDPI DR.Dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FASPSR, dan Ketua Pokja Infeksi PP PDPI, DR.Dr. Erlina Burhan MSc, Sp.P(K), yang diterima redaksi nawacitapost.com, Senin (24/1/2022) malam.

Baca Juga : Jubir Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi : Bila Belum Divaksin Virus Omicron Cepat Menular


Mencermati perkemabngan ini, berbagai pihak memprediksi puncak kenaikan kasus COVID-19 akan terjadi pada pertengahan Februari 2022 hingga Maret 2022. Data juga menunjukan bahwa lebih dari 20 persen kasus Omicron di Indonesia saat ini adalah merupakan kasus penularan lokal. Jika kasus terus meningkat dan tidak terkendali maka ada kemungkinan sistem kesehatan Indonesia akan kewalahan. Oleh sebab itu Pemerintah serta masyarakat harus maksimal dalam melakukan upaya-upaya penanganan COVID-19 ini, terutama pada upaya pencegahan penularan.

Menyikapi kondisi ini , Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mendorong dan merekomendasikan :
Pertama Masyarakat yang layak untuk divaksin segera menjalani vaksinasi COVID-19 lengkap (dua dosis) di sentra pelayanan vaksinasi terdekat.
Kedua Seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan : Memakai masker menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak (termasuk perjalanan ke luar negeri, menghindari kerumunan, membatasi mobilisasi.
Ketiga Semua pihak harus waspada dan mengetahui gejala COVID-19 varian Omicron. Keluhan klinis dari varian Omicron yang terbanyak adalah:
a. Batuk kering, nyeri tenggorok, tenggorokan gatal (merupakan keluhan
tersering),
b. Merasa kelelahan atau mudah lelah,
c. Hidung tersumbat/pilek
d. Demam
e. Nyeri kepala.
f. Gejala lainnya, namun jarang terjadi, adalah mual dan muntah, sesak napas,
demam, dan diare.
Terkait bakal meningkatnya Omicron di bulan tersebut, PDPI meminta Pemerintah agar memaksimalkan aktivitas 3T, segera mengejar target cakupan vaksinasi primer dan booster, serta memetakan dan mempersiapkan tempat- tempat isolasi terpusat.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB