Kamis, 4 Juni 2026

 Pemaksaan Syariat Islam adalah Khilafah dan Teror

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 18 Agustus 2021 | 17:18 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST - MERESPON kemenangan Taliban dan hengkangnya militer Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, Pengamat Politik Internasional Ustaz Farid Wadjdi (UFW) menyatakan hal tersebut bisa menjadi kunci kebangkitan Islam kalau didasarkan pada dua hal.



Baca Juga : Waspada! Taliban Berkuasa, JK Bisa Gerakan Eks HTI dan FPI?



“Kunci kebangkitan dan kemenangan Taliban ini akan bisa menjadi kunci kebangkitan Islam kalau didasarkan kepada dua hal,” tuturnya  seperti dilansir TintaSiyasi.com, Selasa (17/8/2021).



Farid menjelaskan dua hal tersebut, pertama, kembali kepada Islam secara kaffah; kedua, mengikis habis intervensi negara-negara imperialis baik langsung atau tidak langsung; dan baik personal, kelompok, maupun sistem.


“Tentu kita berharap seperti itu. Sebagai kelompok yang dikenal selama ini menyatakan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, seharusnya Taliban benar-benar menerapkan syariat Islam yang totalitas dan kaffah,” lugasnya.


Ia mengatakan, jika bicara penegakan Islam kaffah, salah satu kunci pentingnya adalah sistem pemerintahan, sedangkan kalau bicara penegakan syariat Islam secara totalitas adalah khilafah.


“Kita berharap Taliban menegakkan Khilafah yang sebelumnya ditolak. Mereka bertahan pada pernyataan bahwa mereka akan menerapkan sistem Imarah Islam yang tetap berbasis pada nation state atau negara bangsa,” ungkapnya.





“Mereka harus memiliki kekuatan global. Itu tidak akan ada, kecuali ada pada tegaknya kembali khilafah. Seharusnya Taliban tidak berhenti pada negara Imarah Islam, tapi lebih jauh lagi menegakkan khilafah yang akan menyatukan negeri-negeri Islam,” paparnya.


Farid menyatakan, seharusnya kejatuhan Taliban sebelumnya menjadi pelajaran, bagaimana Amerika menggunakan pemain-pemain regionalnya justru untuk menghabisi Taliban sebelumnya.


“Inilah kunci ketika kita berharap kemenangan Taliban akan menjadi kemenangan Islam. Kalau tidak ya sangat sulit kita harapkan,” ujarnya.



Ternyata, Taliban berkuasa di Afganistan. Mengerikan!!! Eks FPI dan HTI di Indonesia,  menambah amunisi kekuatan dan kebangkitan kaum radikal, komponen dan elemen terutama yang dibiayai APBN dan APBD bangsa  jangan diam, dan masa bodoh serta berkata   tak mungkin terjadi di Indoenesia,  pengaruhnya jauh. Kaum radikal itu tinggal menunggu kita lengah saja. Maka, ketika  itulah Indonesia akan sama dengan Afganistan yang dikuasai Taliban Indonesia (baca : eks HTI dan FPI serta kaum radikal lainnya).






Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB