Jakarta, NAWACITAPOST - MERESPON kemenangan Taliban dan hengkangnya militer Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan, Pengamat Politik Internasional Ustaz Farid Wadjdi (UFW) menyatakan hal tersebut bisa menjadi kunci kebangkitan Islam kalau didasarkan pada dua hal.
Farid menjelaskan dua hal tersebut, pertama, kembali kepada Islam secara kaffah; kedua, mengikis habis intervensi negara-negara imperialis baik langsung atau tidak langsung; dan baik personal, kelompok, maupun sistem.
“Tentu kita berharap seperti itu. Sebagai kelompok yang dikenal selama ini menyatakan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, seharusnya Taliban benar-benar menerapkan syariat Islam yang totalitas dan kaffah,” lugasnya.
Ia mengatakan, jika bicara penegakan Islam kaffah, salah satu kunci pentingnya adalah sistem pemerintahan, sedangkan kalau bicara penegakan syariat Islam secara totalitas adalah khilafah.
“Kita berharap Taliban menegakkan Khilafah yang sebelumnya ditolak. Mereka bertahan pada pernyataan bahwa mereka akan menerapkan sistem Imarah Islam yang tetap berbasis pada nation state atau negara bangsa,” ungkapnya.
“Mereka harus memiliki kekuatan global. Itu tidak akan ada, kecuali ada pada tegaknya kembali khilafah. Seharusnya Taliban tidak berhenti pada negara Imarah Islam, tapi lebih jauh lagi menegakkan khilafah yang akan menyatukan negeri-negeri Islam,” paparnya.
Farid menyatakan, seharusnya kejatuhan Taliban sebelumnya menjadi pelajaran, bagaimana Amerika menggunakan pemain-pemain regionalnya justru untuk menghabisi Taliban sebelumnya.
“Inilah kunci ketika kita berharap kemenangan Taliban akan menjadi kemenangan Islam. Kalau tidak ya sangat sulit kita harapkan,” ujarnya.
Ternyata, Taliban berkuasa di Afganistan. Mengerikan!!! Eks FPI dan HTI di Indonesia, menambah amunisi kekuatan dan kebangkitan kaum radikal, komponen dan elemen terutama yang dibiayai APBN dan APBD bangsa jangan diam, dan masa bodoh serta berkata tak mungkin terjadi di Indoenesia, pengaruhnya jauh. Kaum radikal itu tinggal menunggu kita lengah saja. Maka, ketika itulah Indonesia akan sama dengan Afganistan yang dikuasai Taliban Indonesia (baca : eks HTI dan FPI serta kaum radikal lainnya).