Kamis, 4 Juni 2026

Menlu RI Hadiri AMM ke-54

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Senin, 2 Agustus 2021 | 15:14 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Rangkaian Pertemuan AMM ke-54, kemudian PMC dan pertemuan lainnya mulai diselenggarakan secara virtual pada hari ini, tanggal 2 Agustus 2021 dan akan berlangsung sampai 6 Agustus 2021.

Setidaknya terdapat 18 pertemuan yang akan dilakukan baik diantara negara ASEAN maupun dengan mitra dialog ASEAN.

Rangkaian Pertemuan dimulai hari ini, dengan pertemuan AMM, ASEAN Ministerial Meeting ke-54 yang baru saja selesai diselenggarakan.

AMM kali ini banyak diwarnai pembahasan terkait follow up dari ASEAN Leaders Meeting yaitu isu yang terkait dengan implementasi 5 Point of Consensus.

Isu yang banyak memakan waktu banyak adalah sekali lagi mengenai Implementation of 5 Point of Consensus termasuk atau terutama mengenai terkait dengan isu penunjukkan Special Envoy.

Isu ini dibahas secara khusu di dalam pertemuan dibawah
agenda item 5 yaitu follow up of ASEAN Leaders’ Meeting. Dibawah mata agenda ini, Indonesia menyampaikan pendapat sebagai berikut:
● 100 hari sudah berlalu sejak ALM bertemu di Jakarta;
● Saya secara terus terang menyampaikan sampai saat ini tidak terjadi perkembangan yang signifikan dalam implementasi 5PCs;
● Indonesia berharap agar Myanmar dapat segera menyetujui usulan ASEAN mengenai penunjukkan Special Envoy;
● SE harus dapat segera bekerja dengan mandat yang jelas dari
ASEAN;
● SE juga harus dipastikan mendapatkan jaminan akses penuh baik terkait dengan pertemuan dengan berbagai pihak maupun
pergerakan selama menjalankan tugasnya di Myanmar;

● Indonesia juga mendesak agar implementasi 5PCs lainnya dapat segera dilakukan karena terus terhambatnya implementasi 5PCs, tidak membawa kebaikan bagi ASEAN. Saya ulangi terus terhambatnya implementasi 5PCs,tidak membawa kebaikan bagi ASEAN. Oleh karenanya, sudah waktunya ASEAN mengambil keputusan yang decisive;
● Oleh karena itu sudah waktunya ASEAN mengambil keputusan yang decisive;
● Indonesia mengharapkan bahwa pertemuan AMM ini dapat memutuskan mengenai penunjukkan SE sesuai usulan ASEAN beserta mandatnya yang jelas serta adanya komitmen militer Myanmar untuk memberikan akses penuh pada SE untuk menjalankan tugasnya;
● Jika pertemuan ini gagal memastikan langkah konkrit implementasi 5PCs maka Indonesia mengusulkan bahwa isu mengenai tindak lanjut 5PCs ini dikembalikan dikembalikan ke para Pemimpin ASEAN karena mandatnya adalah sekali lagi dari para Pemimpin kita coba
implementasikan dan jika tidak terjadi implantasi maka isu ini harus dilaporkan kembali kepada para Pemimpin ASEAN untuk mendapatkan arahan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ASEAN sesuai dengan piagam ASEAN
● Indonesia juga menekankan di saat yang sama kita tidak boleh diam membiarkan penderitaan rakyat Myanmar. Mereka saat ini memerlukan bantuan kemanusiaan;
● Oleh karena itu Indonesia mengusulkan ASEAN segera mengambil langkah pemberian bantuan kemanusiaan termasuk untuk kaum perempuan dan anak-anak;

Selain isu follow up ALM, Indonesia juga berbicara menanggapi laporan Sekjen ASEAN mengenai upaya ASEAN dalam pengadaan vaksin bagi negara anggota ASEAN dengan menggunakan ASEAN Response Fund. Indonesia menyampaikan beberapa hal:
Pertama, Indonesia telah memberikan kontribusi kepada Covid-19 ASEAN Response Fund.
Kedua, Indonesia menyampaikan perlunya dijajaki kemungkinan pengaturan dose-sharing mechanism untuk mempercepat vaksinasi di negara-negara ASEAN.
Ketiga, Indonesia mengingatkan bahayanya kebijakan diskriminasi terhadap jenis vaksin yang digunakan oleh negara dunia sebagai syarat dalam perjalanan. Indonesia mengingatkan bahwa pengakuan terhadap vaksin hendaknya selalu menggunakan referensi yang diberikan oleh WHO.

Untuk pembahasan agenda mengenai Regional Architecture and External Relations, sebagai koordinator kerja-sama ASEAN-Rusia Indonesia melaporkan kepada pertemuan AMM mengenai usulan Rusia untuk mengadakan KTT ASEAN-Rusia pada Oktober tahun ini.

KTT ini menurut rencana diadakan dalam rangka memperingati 25 tahun dialogue partnership dan memperingati 30 tahun dialogue relations antara ASEAN dan Rusia.

Untuk pembahasan agenda Exchange of Views on Regional and International Issue, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Implementasi melalui kerja sama konkret 4 prioritas yang dimuat dalam Outlook menjadi prioritas yang harus dijalankan ASEAN saat ini.

Secara khusus, Indonesia mengusulkan agar masing-masing negara anggota ASEAN dan mitra dialog dapat menjadi leading sector atau koordinator isu prioritas tertentu di dalam Outlook tersebut.

Indonesia dalam hal ini telah mengedarkan draft concept paper terkait kerangka implementasi AOIP untuk dapat dibahas oleh ASEAN.

Selain implementasi AOIP, Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi terakhir di Laut Cina Selatan.

Latihan militer dan aktivitas ilegal di kawasan tersebut termasuk IUU Fishing berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Negara ASEAN agar terus mendorong semua mitra dialog untuk dapat menahan diri dari tindakan yang dapat memicu tensi dan tetap menghormati UNCLOS 1982.

Terkait dengan agenda lainnya yang dibawa agenda “other matters”, agenda tersebut membahas keinginan UNRWA untuk bekerja sama dengan ASEAN. Di dalam kaitan ini, Indonesia menyampaikan statement bahwa Indonesia mendorong negara-negara ASEAN untuk dapat memberi bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Palestina.

Hal ini bisa dilakukan secara kolektif oleh ASEAN melalui kerja sama dengan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA), menindaklanjuti pertemuan Sekjen ASEAN Commissioner-General UNRWA pada bulan Juni lalu.

(Kornelius Wau)

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB