Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah China menolak Investigasi Asal-usul Virus Corona

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 8 Mei 2020 | 08:36 WIB
NAWACITAPOST- Pemerintah China mengungkap penolakan mereka terhadap investigasi asal-usul Virus Corona COVID-19. Alasannya bukan hanya karena politik, melainkan urusan ganti rugi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, investigasi harus berdasarkan sains. Sementara, permintaan Amerika Serikat untuk mencari asal Virus Corona disinyalir adalah upaya mendapat kompensasi.

"Beberapa orang di AS berani-beraninya berkata bahwa China membuat atau menyebarkan virusnya. Mereka ingin mendorong investigasi padahal China sudah diduga bersalah oleh mereka," ujar Hua Chunying seperti dikutip dari situs resmi Kemlu China, Jumat (8/5/2020).

Baca Juga : Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu Masih Zona Hijau Covid-19

"Ini adalah manipulasi politik. Mereka ingin memojokan China dan meminta China bertanggung jawab dan mengklaim kompensasi," ujar Hua Chunying.

Menurutnya, niat itu berlawanan dengan niat ilmiah. Meneliti Virus Corona dengan cara demikian dinilai China bisa mengganggu kerja sama internasional.

"China tegas menolak itu," kata wanita itu.

Sebelumnya, Australia juga meminta agar ada investigasi internasional terkait Virus Corona. China langsung berang dan memberi ancaman ke produk ekspor Australia.

Pihak China berkata meneliti Virus Corona harus dilakukan ahli profesional. Negara komunis itu mengaku siap mengandalkan WHO untuk mengetahui asal virus tersebut.

"Sejak wabah dimulai, China telah memegang sikap terbuka, transparan, dan bertanggung jawab, dan mengutamakan komunikasi dekat dengan WHO. Kita berdiri siap untuk melanjutkan dukungan ke WHO dalam memimpin perlawanan global melawan COVID-19," kata Hua Chunying.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB