Nawacitapost- Pakar kesehatan dari Korea Selatan dan Amerika Serikat meyakini bahwa akan ada gelombang kedua wabah virus corona di negara mereka masing-masing pada musim dingin tahun ini.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, Jung Eun-kyeong, meyakini bahwa negaranya akan menghadapi gelombang kedua pandemi virus corona.
"Kecuali herd immunity (kekebalan kelompok) tercapai lewat penyebaran natural atau lewat vaksin, datang saat musim gugur atau musim dingin, karena sebagian besar orang tidak memiliki kekebalan, ada kemungkinan-kemungkinan," ujar Jung.
Respon Korea Selatan terhadap pandemi ini dipuji sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Sebagian besar karena dorongan besar-besaran oleh para pejabat kesehatan untuk melakukan perluasan pengujian.
Baca Juga : PERPANJANGAN WFH, KANWIL KEMENKUMHAM JAWA BARAT BAGIKAN APD KEPADA SELURUH PEGAWAI
Menurut penghitungan Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, setidaknya 10.694 orang telah terpapar virus corona di Korsel, dengan korban meninggal mencapai 238 orang.
"Kami mengerti bahwa penularannya nol atau sangat rendah," kata Jung.
Sementara itu menurut Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC), Robert Redfield, juga memperkirakan wabah corona akan merebak lagi pada musim dingin tahun ini.
"Ada kemungkinan virus iru kembali menyerang bangsa ini pada musim dingin mendatang, yang akan semakin menyulitkan dibandingkan yang kita alami saat ini," kata Robert.
"Kita kemungkinan akan menghadapi wabah flu dan virus corona dalam waktu yang bersamaan," ujar Robert.
Wabah flu di AS sudah berlangsung sejak September 2019. Meski penularannya terbilang rendah, tetapi jumlah penduduk yang dirawat cukup tinggi.
Bahkan tercatat ada 168 anak di AS yang meninggal akibat flu. Pada tahun lalu, wabah flu menewaskan sekitar 34.200 penduduk Negeri Paman Sam, dari 35.5 juta orang yang terjangkit.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB