NAWACITApost.com - Layanan medis di seluruh Jalur Gaza terkena dampak serangan udara Israel tanpa henti di dekat rumah sakit. Akibat serangan tersebut, Rumah Sakit Al-Quds di Gaza kehabisan bahan bakar dan menutup layanan utamanya.
Dilansir dari Al Jazeera, Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza telah menghentikan "sebagian besar operasi" setelah kehabisan bahan bakar dan bertahan dari pemboman Israel setiap hari di sekitar kompleks medis sejak hari Minggu.
Rumah sakit yang terletak di lingkungan Tal al-Hawa dan dikelola oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) itu mengatakan, bahwa mereka terpaksa menghentikan sebagian besar layanan untuk menjatah penggunaan bahan bakar dan memastikan tingkat layanan minimum dalam beberapa hari mendatang.
Rumah sakit ini juga telah mematikan generator utamanya dan sekarang hanya mengoperasikan generator yang lebih kecil untuk menyediakan layanan penting dan listrik selama dua jam sehari untuk pasien dan 14.000 pengungsi yang berlindung di sana. "Bangsal bedah dan pabrik penghasil oksigen telah ditutup," demikian dilaporkan Al Jazeera, dikutip Kamis (9/11/2023).
Juru bicara RRC Nebal Farsakh mengatakan kepada Al Jazeera, sebagian besar bangunan di sekitar rumah sakit hampir hancur total. Pengeboman semakin dekat dan semakin dekat ke rumah sakit. Mereka khawatir akan terjadi serangan langsung ke rumah sakit.
"Sebagian besar jalan menuju Rumah Sakit Al-Quds telah ditutup, memaksa petugas medis dengan ambulans untuk mengambil satu rute yang terjal dan tidak beraspal untuk menjangkau para korban," tulis Al Jazeera.
Pihak rumah sakit menyatakan, saat ini terdapat sekitar 500 pasien yang mereka rawat. Kemudian, terdapat 15 pasien di ICU yang membutuhkan alat bantu pernapasan.