Kakanwil mengungkapkan sebelum ditetapkan menjadi Tahun IG, DJKI memilih beberapa Kantor Wilayah se Indonesia serta menurunkan Tim untuk melakukan proses pembuatan Draft untuk pengusulan proses pembuatan IG, Kanwil yang dipilih yakni Kanwil NTT, Kanwil Papua Barat dan Kanwil Papua.
Dijelaskan Ayorbaba, di Papua sendiri, Indikasi Geografis (IG) yang sedang berproses ada 4 di antaranya Beras Merauke, Kopi Dogiyai, Madu Wamena dan Kopi Deyai.
"Walaupun Tahun Merek telah berakhir di Tahun 2023, namun tetap berlanjut dengan menyasar pada Kelompok UMKM yang memiliki produk yang sama bisa mendaftar pada Merek Kolektif, hal ini untuk memudahkan para pelaku UMKM tidak mengurus sendiri-sendiri kecuali Perorangan," ujar Ayorbaba.
"Dengan Program di Tahun 2023 dan akan follow up di Tahun 2024, maka saya hari ini berkoordinasi dengan Kepala BI, dan mohon sinergitas dan dukungannya," ungkapnya.
"Mungkinkah dengan Agenda tahunan BI menggelar Festival Kopi, kira-kira apa yang bisa kami bantu dan kami isi, karena menurut Ayorbaba belum melihat dampak dari festival tersebut secara reel bagi Masyarakat maupun Pelaku UMKM," Ucapnya
Menurut Ayorbaba, Dunia Internasional tentu yang dilihat adalah label IG dan merek serta akan membaca komposisi kopi khususnya di Papua, tapi memang sangat tidak mudah sekali meyakinkan Pemerintah Daerah.
Hal ini mendorong Kakanwil Kemenkumham Papua bertemu Kepala BI untuk membangun Komunikasi dan Koordinasi, dan bekerja sama mendorong peningkatan KI di Tanah Papua.
Sementara itu Juli Budi Winantya selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua berkomitmen untuk ke depan tetap berkomunikasi dan bersinergi bahkan nanti gelaran Festival Kopi Kanwil Papua akan dilibatkan.