Surabaya NAWACITAPOST - Aneh bin Ajaib, satu kata tersebut meluncur dan terungkap dengan jelas dan nyaman ketika Heru MAKI membuka penjelasan.
" Rekan rekan bidang Litbang dan Investigasi MAKI Jatim yang dipimpin oleh Sdr Didik Mujiono dan Sdr Andi Budi menemukan kegiatan atau acara resmi meeting Kanwil Kemenag Jatim,hari ini tanggal 17 Maret 2023 di hotel mewah Royal Senyiur Hotel di Prigen Pasuruan," ungkap Heru MAKI.
"Kami kategorikan dalam acara siluman dan didanai secara politik,karena giat tersebut sangat jelas terpampang dalam Banner Back drop bahwa ada anggota dewan DPR Pusat Komisi VIII,dan Bidang Litbang serta investigasi MAKI Jatim tidak menemukan anggaran pelaksanaan sesuai kegiatan tersebut tertera dalam SIRUP Kemenag Jatim TA 2023," lanjut Heru MAKI.
-
Dr H Husnul Maram M.H.I
Sebagai Pimpinan MAKi (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Propinsi Jawa Timur, Heru MAKI menegaskan bahwa semua kegiatan yang menggunakan anggaran APBN,APBD 1 dan APBD 2, sesuai Perpres no 12 tahun 2021 serta Perka LKPP dalam penjelasan Perpres tersebut,disampaikan dengan sangat jelas bahwa kegiatan baik jasa,maupun pengadaan barang dan jasa harus tertera dulu dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Tahun Anggaran 2023, sebelum dilaksanakan kegiatannya.
" Ini dicek sama rekan rekan Bidang Litbang MAKI Jatim,di SIRUP Kemenag Jatim tidak ditemukan,tetapi giat atau acaranya sangat jelas dan terpampang dengan sangat vulgar, Wakil Ketua DPR Pusat Komisi VIII,analisa sementara adalah kegiatan tersebut didanai oleh Anggota DPR Pusat tersebut dan yang aneh lagi adalah apa yang menjadi korelasi atau hubungan giat Kemenag Jatim dengan Komisi VIII yang memang merupakan mitra,tetapi dalam konsep pelaksanaan anggaran,jauh berbeda penerapannya," jelas Heru MAKI.
Dikemas dalam mengangkat tema " peningkatan kapasitas aktor forum kerukunan Umat Beragama dalam penguatan Moderasi Beragama angkatan 14.
" ini, MAKI Jatim melihat aura dan manfaat yang sangat positif,tetapi menjadi satu hal yang negatif ketika anggaran pelaksanaan kegiatan tersebut sengaja tidak dimunculkan dalam SIRUP TA 2023,atau lebih parah lagi,adanya indikasi tumpang tindih anggaran dengan tetap menerima bantuan anggaran dari unsur Dewan DPR Pusat serta juga tertera dalam konstruksi anggaran Kemenag Jatim TA 2023."
"Ditambah ketidak hadiran Nara Sumber utama yaitu Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI,artinya kegiatan tersebut belum sampai pada tujuan atau Goal yang diharapkan, ditambah lagi tidak terlihat juga Kepala Kanwil Kemenag Jatim,malah muspro alias kwalitas kegiatannya patut dipertanyakan," ungkap Heru MAKI.
Saat ini memang MAKINews sebagai media online resmi MAKI Jatim sedang getol getolnya masuk dalam pemberitaan penegasan strata PELAYAN sebagai bentuk penegasan,dimana banyak sekali ditemukan kegiatan rapat di hotel mewah dengan menu makanan dan minuman yang luar biasa, tetapi kwalitas kegiatannya dipertanyakan,seperti dugaan kasus rapat atau meeting Kanwil Kemenag Jatim ini.
" Kok bisa kegiatan dilakukan tanpa ada penjelasan dalan SIRUP TA 2023 dan menjelang tahun politik Kemenag Jatim berani untuk memajang foto Wakil Ketua Komisi VIII dengan bayang bayang tema kegiatannya, apalagi ini adalah angkatan ke 14. Artinya bisa disampaikan bahwa ada dugaan giat serupa untuk angkatan 1 sampai angkatan ke 13 yang juga diduga gak jelas serta mengesampingkan arti dari Kwalitas acara yang digelar," jelas heru MAKI.
Secepatnya MAKI Jatim akan berkirim surat permohonan klarifikasi baik kepada Menteri Agama secara langsung dan Prof Husnul Marom sebagai Kakanwil Kemenag Jatim berkenaan dengan kegiatan tersebut sekaligus menjajaki untuk melaporkan permasalahan ini ke ranah APH baik Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Pusat ,Direskrimsus Polda Jatim maupun Aspidsus Kejati Jatim.
" Kami tunggu surat masuk dan balasan klarifikasi dari surat somasi yang akan kami sampaikan secepatnya," ungkap Heru MAKI.
Nantinya, team 76 MAKI Jatim tidak akan pernah lelah untuk mengungkap permasalahan sepertj kajian diatas, serta mengungkap dengan jelas indikasi gaya hedon rekan rekan OPD ketika ada kegiatan di luar kotaluar Pulau Jawa atau Luar Negeri, terutama dalam konteks Belanja dan program having Fun ,mereka dalam jalan jalan pada saat berlangsungnya giat secara bersamaan.
"Dimanapun anda berada, team 76 MAKi Jatim akan berada di hotel tempat penyelenggaraan Acara yang dilangsungkan dalam rangka melakukan Waskat atau Pengawasan Melekat terkait aplikasi penggunaan anggaran baik APBN, APBD 1 dan APBD 2 di seluruh Jawa Timur," pungkas Heru MAKI. (BNW)