NAWACITAPOST.COM - Tsunami umumnya diasosiasikan dengan bencana alam yang menimbulkan banyak korban jiwa. Istilah "Tsunami Politik" digunakan untuk menggambarkan dampak dari peristiwa politik besar yang bisa mengakibatkan banyak korban di kalangan politikus.
Gambaran ini menjadi topik hangat saat informasi tentang penetapan 4 hingga 12 calon tersangka dalam kasus korupsi dana hibah di Provinsi Jawa Timur mencuat.
MAKInews.com menelusuri lebih dalam informasi ini dengan menghubungi Heru Satriyo, S.Ip, Ketua MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koordinator Wilayah Jawa Timur, yang biasa dipanggil Heru MAKI.
Baca Juga: Siapkan 47 Pengacara: MAKI Jatim Segera Laporkan KPU Jatim dan Kabupaten/Kota
Melalui sambungan telepon, Heru MAKI yang sedang berada di luar Jawa Timur, membuka percakapan dengan istilah “Tsunami Politik”, sesuai judul berita ini.
“Insya Allah, tsunami politik akan terjadi di Jawa Timur dan diperkirakan akan menelan banyak korban,” ujar Heru MAKI.
Heru MAKI menjelaskan bahwa situasi Tsunami Politik ini terkait erat dengan pengembangan kasus korupsi dana hibah yang sudah menjerat salah satu pimpinan DPRD Jatim, Sahat Tua.
Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Hibah, Heru MAKI: Jawa Timur Mungkin Akan Berduka!
Proses pengembangan kasus korupsi dana hibah, terutama dalam periode anggaran dan eksekusi hibah tahun 2019-2022, menjadi fokus utama saat ini.
Penggeledahan yang intensif dilakukan oleh penyidik KPK di Jawa Timur menunjukkan langkah konkret yang sedang diambil.
"Sampai sekarang, hanya MAKI Jatim yang tidak pernah mencabut pernyataan terkait dugaan jumlah calon tersangka, bisa mencapai 98% dari total pimpinan dan anggota DPRD Jatim. Catat itu,” jelas Heru MAKI.
Baca Juga: Sinergi KADIN Jatim, FKKS, dan MAKI Jatim: Mengurai Masalah Seragam Pasca PPDB 2024
Ketika ditanya apakah pengungkapan ini akan dilakukan secara serentak, Heru MAKI menjawab bahwa kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap.
Heru MAKI menjelaskan bahwa tahapannya mirip dengan pengungkapan kasus narkoba, mulai dari pembeli, penjual, bandar kecil hingga bandar besar.