Giat yang digelar di Ruang Pelayanan Kantor Imigrasi Sibolga ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Imigrasi Sibolga. Turut hadir pula perwakilan dari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Maryanto Purba dan Silvia Yunita Dewi.
Kepala Kantor Imigrasi Sibolga sekaligus pemandu acara, Saroha Manullang menyampaikan dalam sambutannya “Apa yang dilakukan setelah jam kerja usai? Apakah langsung pulang atau nongkrong manis? Nah, beda dengan Imigrasi Sibolga. Kami memanfaatkan waktu dengan mengikuti pelatihan pelayanan prima untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kami” ujarnya
BACA JUGA :
Dukung Pemerintah Perangi Covid-19, Mahasiswa Universitas Riau Berbagi Masker
Disamping itu, Ia mengapresiasi kesediaan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sibolga untuk menyampaikan materi pelatihan pada kegiatan ini. Ditunjuknya BPJS sebagai narasumber karena instansi yang berkompeten dalam bidang pelayana publik.
BACA JUGA :
Alami Masalah Teknis, Kepala BNPB Tinggalkan Pesawat di Bandara Kualanamu
“Seperti yang kita ketahui, BPJS Ketenagakerjaan merupakan instansi yang punya pengalaman dalam pelayanan publik, semoga pada kegiatan ini, para bapak ibu dari BPJS Ketenagakerjaan dapat membagikan pengalamannya dalam melayani masyarakat” jelasnya.
Kemudian Maryanto Purba dari BPJS Ketenagakerjaan Sibolga dalam sambutannya mengatakan “Kami disini bukan untuk menggurui bapak ibu sekalian, akan tetapi kami disini ingin membagikan pengalaman kami dalam melayani para masyarakat yang datang ke kantor kami," ucapnya
Lebih lanjut, Maryantoberharap agar pegawai Kantor Imigrasi Sibolga dapat saling berbagi pengalaman dengan mereka dalam hal pelayanan publik.
Sebagaimana diketahui, pelayanan prima merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang maupun instasnsi dalam memberikan yang terbaik bagi para pengguna layanannya. Khususnya bagi instansi, pelayanan prima sangat penting untuk diterapkan agar masyarakat sebagai pengguna layanan instansi memiliki kepuasan akan layanan yang diterimanya.
-
Bertanggung jawab sebagai pemateri, Silvia Yunita Dewi seorang frontliner memberikan materi mengenai pentingnya penerapan Budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa) serta cara berkomunikasi yang humanis kepada masyarakat sebagai pengguna layanan. Dirinya juga memperagakan langsung penerapan budaya pelayanan prima lewat kegiatan simulasi dengan menggandeng beberapa pegawai yang hadir.
Diakhir simulasi, Silvia memberikan tips dan trik bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat baik warga negara indonesia maupun warga negara asing.
(Kornelius Wau)
Simak berita lainnya di YouTube kami !
https://youtu.be/1-jrU8qBeqI