Bercocok tanam secara Hidroponik tidaklah sesulit yang dibayangkan, selain caranya yang mudah diterapkan bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah diperoleh bahkan dapat dirakit dari bahan bekas. Oleh karena itu, bertani secara Hidroponik dapat menjadi alternatif pemenuhan pangan khususnya di dalam Lapas.
Untuk memaksimalkan kegiatan, Lapas Parepare mendatangkan mentor, salah seorang tenaga pengajar pada salah satu universitas di kota Parepare.
Terlebih dulu peserta pelatihan dibekali dengan pengetahuan tentang Hidroponik yang dipandu langsung oleh mentor. Pada tahap ini Instruktur memperkenalkan secara sederhana konsep Hidroponik sekaligus alat dan bahan yang digunakan.
Kemudian dilanjutkan dengan praktek penanaman tanaman hidroponik dengan wadah paralon. Nantinya wadah paralon tersebut akan ditanami beberapa jenis sayuran seperti sawi, selada dan kangkung namun sebagai tahap awal hanya menyemai bibit selada. Adapun tekhnik yang digunakan yaitu dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique).
Dr.Azis Ambar, S.P.,M.P. (Mentor) menyampaikan kegiatan ini kedepannya akan berkelanjutan. "kami masih berkunjung kembali pada saat proses pemindahan bibit ke wadah paralon. Tahap-tahap selanjutnya masih kami lakukan pendampingan sehingga seluruh tahapan berhasil dilaksanakan," katanya
-
Tidak hanya itu peserta yang dinyatakan lolos pada pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat yang nantinya dapat digunakan ketika berada diluar.
Kasi Giatja, Abdullah berharap para peserta tetap Antusias mengikuti pelatihan ini mengingat Pembinaan Keterampilan Hidroponik merupakan kali pertama dilaksanakan di Lapas Parepare. Kemudian Ia menyampaikan bahwa meskipun dihadapkan pada situasi pandemi saat ini, namun kami terus berupaya agar tetap produktif salah satunya memberikan bekal pengalaman kepada WBP agar dapat bermanfaat nantinya.
(Kornelius Wau)