Bandung, NAWACITAPOST - Menginjak usia ke-57 Tahun, bukanlah suatu hal yang mudah dilewati oleh Jajaran Pemasyarakatan di Indonesia, Pahit Getirnya Perjuangan para pendiri dahulu tidak sia-sia dirasakan, kini Pemasyarakatan telah mengubah citranya di mata masyarakat dari Pemenjaraan menjadi Pemasyarakatan, dengan kata lain Pemasyarakatan berfungsi mengembalikan seseorang yang telah menjalani masa hukuman atas perbuatan yang dilakukan untuk bisa kembali diterima di tengah-tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 ini merupakan momentum peningkatan kualitas diri bagi seluruh Insan Pemasyarakatan”. seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reinhard Silitonga dalam laporannya pada acara "MENUJU 57 TAHUN PEMASYARAKATAN" semalam di Jakarta.
Pada tahun 2021 sekarang, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat menorehkan Prestasi yang membanggakan melalui Jajarannya di Pemasyarakatan di tingkat Nasional. Capaian yang diraih antara lain; 1. Rutan Kelas I Bandung meraih peringkat I untuk kategori Rutan Terbaik, 2. Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung meraih peringkat II untuk kategori Penggagalan Penyelundupan Narkoba, dan 3. LPKA Kelas II Bandung meraih peringkat II untuk kategori LPKA Terbaik.
Puncak rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) Tahun 2021 di tutup dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) yang diselenggarakan secara Virtual melalui Aplikasi Zoom dan hanya diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Sudjonggo bersama Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Kepala Divisi Pemasyarakatan Taufiqurrakhman, Kepala Divisi Administrasi Ngadiono Basuki, dan Kepala Divisi Keimigrasian Heru Tjondro beserta seluruh Pejabat Struktural Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, mengingat di tahun 2021 ini Dunia masih belum keluar dari Pandemi Covid-19 yang merebak pada 2 Tahun terakhir (Selasa, 27/04/2021).
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD berpesan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan pada khususnya dan jajaran Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya bahwa.
“Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 adalah momentum yang tepat untuk kita semua merefleksikan kembali apa yang menjadi nawaitu para pendahulu dan peletak dasar pemasyarakatan. Institusi Pemasyarakatan adalah sebuah simbol dari upaya pendobrakan warisan kolonial, yang tidak mencerminkan ideologi Pancasila. Semangat sistem pemasyarakatan membangun dengan mengedepankan pendekatan yang manusiawi dan mendekatkan mereka kepada masyarakat”.kata Mahfud MD.
Pemasyarakatan kita yakini bersama sebagai sebuah tools Nation Building dan Character Building sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden Soekarno pada Konferensi Lembang tahun 1964. Ini adalah semangat yang mengandung makna bahwa Pemasyarakatan dituntut untuk mampu membangun kapasitas pribadi para pelanggar hukum agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam pendekatan sistem Pemasyarakatan, membangun kapasitas tersebut dilaksanakan melalui pembinaan yang berkesinambungan, sistematis, dan terarah dengan mengedepankan perlakuan yang manusiawi dan menghormati hak-hak mereka sebagai manusia. Ini lah keyakinan yang sampai saat ini perlu kita perjuangkan, kita sebarkan, kita tularkan agar menjadi kesadaran kolektif dan akhirnya menjadi budaya bersama.
“Adaptasi dan akselerasi harus diterapkan dalam pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan dengan menerapkan pola baru yang sesuai dengan aturan dan meninggalkan pola-pola lama yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Tidak adanya penolakan masyarakat terhadap kembalinya narapidana, merupakan tolok ukur keberhasilan kita dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan. Dalam mewujudkan tujuan tersebut, kita tidak bisa hanya berfokus kepada para pelanggar hukum saja, tetapi harus meluas sampai ke masyarakat untuk menciptakan ekosistem re-intgerasi sosial”. ujar Mahfud.
“Selamat Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-57! Kobarkan semangat “Adaptasi Akselerasi, Pemasyarakatan PASTI Maju.” Tetaplah menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas kepada bangsa dan negara.