NAWACITAPOST.COM – Mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap Orang Asing, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Bekasi di Ballroom Lumiere 1 Nuanza Hotel & Convention, Rabu (24/04/2024).
Kegiatan rapat diikuti oleh perwakilan dari instansi-instansi yang terlibat dalam pengawasan orang asing yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi, Kejaksaan Negeri Cikarang, Kodim 0509 Bekasi, Badan Intelijen Negara Daerah Kabupaten Bekasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Kemenag Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Satpol PP Kabupaten Bekasi, serta perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dr. H. Encep Supriatin Jaya, M.Si. dalam sambutannya, Encep menekankan pentingnya pengawasan bagi Orang Asing, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi. Hal ini didasarkan pada banyaknya perusahaan dan kawasan industri yang memperkerjakan Orang Asing.
Baca Juga: Langgar Aturan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Bekasi Deportasi 1 WNA Korea Selatan
Encep juga berpesan bagi setiap instansi untuk siaga dan mawas diri terhadap kegiatan Orang Asing yang bermukim di wilayah Kabupaten Bekasi, untuk menghindari adanya penyalahgunaan visa dan izin tinggal, maupun hal lain yang berpotensi merugikan pemerintah.
Dalam rapat koordinasi ini, turut dipaparkan optimalisasi serta koordinasi pengawasan bagi Orang Asing oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat (Kadivim Kanwil Kemenkumham Jabar) Yayan Indriana.
Dalam paparannya, Yayan menjelaskan bagaimana Imigrasi mengambil peran dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penjaga pintu gerbang negara.
Dalam konteks pengawasan Orang Asing, Yayan juga meminta kerjasama dari para pejabat terkait di tingkat kecamatan dan kabupaten untuk saling berkoordinasi sesuai perannya masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan diskusi panel dengan para peserta yang didominasi oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi.