Tito berharap, dari kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan, WBP dapat memanfaatkan waktunya selama di Lapas maupun Rutan untuk mengajarkan pengetahuan keagamaannya kepada WBP lainnya.
“Tentu harapan dari kegiatan keagamaan ini, ketika WBP keluar dapat menjadi lebih baik,” harap Tito.