hukum

Terkait Dengan Prestasi Rokan Hulu Pada MTQ Riau, Ketua LPTQ Zulkifli Sampaikan Beberapa Usulan Untuk Evaluasi

Senin, 6 Juli 2026 | 19:39 WIB
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (Kabupaten Rokan Hulu, Zulkifli Syarif, S.Ag., M.Pd.I., (NAWACITAPOST.COM)
NAWACITAPOST.COM - ROKAN HULU — Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Rokan Hulu, Zulkifli Syarif, S.Ag., M.Pd.I., memberikan penjelasan terkait hasil dan evaluasi pembinaan peserta LPTQ yang mewakili Rohul pada tingkat provinsi Riau. 
 
Menurut Zulkifli juga Kakan Kemenag Kabupaten Rokan Hulu, ada beberapa skema pembinaan yang telah dijalankan, termasuk rotasi sesi latihan dan pengiriman peserta ke Pekanbaru untuk pembinaan intensif.
 
ia menyebutkan bahwa anak-anak peserta pada dasarnya sudah siap tampil; pembinaan memberikan perubahan positif dibanding tahun sebelumnya, meski beberapa aspek pelaksanaan belum maksimal.
 
 
Zulkifli menjelaskan bahwa pada tahun ini perjuangan peserta Rohul cukup berat karena beberapa daerah mengirim peserta yang lebih siap secara maksimal. Dari seluruh delegasi, ada 9 peserta Rohul yang berhasil menembus babak final.
 
 Zulkifli merinci dampak sistem penilaian terhadap peringkat kabupaten: juara 1 memperoleh 20 poin, juara 2 memperoleh 15 poin, dan juara 3 memperoleh 10 poin. Akibatnya, total poin yang didapat Rohul relatif menurun karena sebagian besar finalis hanya meraih juara 3 sehingga akumulasi poin menjadi 60.
 
“Kami amati bacaan, vokal, dan lagu peserta sudah bagus. Namun ada sedikit kekurangan pada aspek kesehatan mental peserta,” ujar Zulkifli.
 
 
ia menambahkan bahwa pelatihan yang fleksibel di kota-kota lain dengan anggaran lebih besar turut memengaruhi persaingan. Zulkifli menyampaikan beberapa catatan strategis terkait pembinaan.
 
ia mengusulkan agar ada alokasi anggaran khusus untuk pembinaan jangka panjang, misalnya penempatan peserta di Pekanbaru selama beberapa bulan agar mereka dapat fokus berlatih. Saat ini latihan di Rohul hanya dilakukan dua kali seminggu, sehingga Zulkifli berharap adanya peningkatan frekuensi dan kualitas pembinaan.
 
"Kemudian anak-anak kita yang sudah mendapatkan prestasi di MTQ Tingkat Kecamatan dan Kabupaten Rokan Hulu, untuk mereka bisa tampil lebih maksimal pada setiap perlombaan MTQ Tingkat Provinsi, diharapkan disetiap kegiatan baca ayat suci Alquran, anak-anak kita ini yang kita tampilkan dalam rangka pembinaan mental mereka," ujarnya.
 
Terkait regulasi dan hak peserta, Zulkifli juga mengomentari fenomena peserta yang memilih berdomisili dan mengikuti seleksi di kabupaten/kota lain. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak peserta sehingga tidak bisa dilarang, namun ia berharap ke depan ada upaya untuk menjaring dan mengajak putra-putri Rohul agar kembali dan mengharumkan nama kampung halaman.
 
Zulkifli menjelaskan bahwa LPTQ telah melakukan evaluasi, namun fokus evaluasi tahun ini baru pada cabang tilawah. Beberapa cabang lain seperti tafsir (bahasa Arab, Inggris, Indonesia), karya tulis ilmiah Al-Qur'an, dan cabang yang menuntut hafalan 30 juz menjadi kelemahan karena minimnya jumlah peserta berkemampuan di Rohul. Oleh sebab itu LPTQ menempatkan strategi pada cabang tilawah dan hizir yang dianggap memiliki potensi lebih besar untuk meraih prestasi.
 
“Kami menyadari beberapa cabang memang berat untuk dikejar karena keterbatasan peserta yang menguasai tafsir atau hafalan 30 juz,” jelasnya.
 
Kedepan, Zulkifli berharap seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, pondok pesantren, madrasah, dan komunitas—duduk bersama untuk menyusun program kerja dan pembinaan terpadu agar tidak terjadi stagnasi peringkat kabupaten.
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Rokan Hulu, Saprizal, A.H., SE., M.IP., melalui pesan WhatsApp menyatakan kesiapan menindaklanjuti arahan pimpinan.
 
“InsyaAllah kita siap dengan arahan pimpinan. Baik evaluasi kinerja maupun amanah atau arahan lain yang diberikan,” ujarnya.
 
Saprizal juga menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan lembaga kepada pimpinan serta masyarakat Rokan Hulu karena merasa belum memberikan hasil terbaik bersama LPTQ Kabupaten. 
 
“Kami menyadari sepenuhnya dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan masyarakat Rohul seutuhnya belum bisa berbuat yang terbaik bersama LPTQ Kab. Rokan Hulu,” tandasnya.
 
Kinerja LPTQ Kabupaten Rokan Hulu tahun ini memberi pelajaran bahwa peningkatan kualitas pembinaan membutuhkan perencanaan, anggaran, dan sinergi antar lembaga. "Dengan catatan 9 finalis tetapi akumulasi poin yang belum optimal, LPTQ dan Pemda diharapkan segera merumuskan langkah nyata agar pada perhelatan berikutnya prestasi Kabupaten Rokan Hulu dapat meningkat." pungkasnya

Tags

Terkini