hukum

Blusukan ke Bandara Internasional Sam Ratulangi, Jokowi Didampingi Yasonna

Senin, 8 Juli 2019 | 14:11 WIB
Sulut, NAWACITA - Pesona Bumi nyiur melambai merupakan magnet yang kuat bagi siapa saja, terbukti rayuan ekologi dan potensi pariwisatanya seakan menjadi candu tidak hanya bagi para pelancong, tetapi juga bagi para Pemimpin dan birokrat negeri ini. Tercatat sudah 5 kali orang nomor wahid di Indonesia, Presiden Joko Widodo, menapakkan kaki di Bumi Nyiur Melambai.

Mendahului rombongan Presiden, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly di damping Dirjen Imigrasi, Ronny F. Sompie, tiba lebih dahulu di Bandara Sam Ratulangi, Manado dan disambut oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandow, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara, Efendy B. Perangingangin, Kepala Divisi Keimigrasian, Jamaruli Manihuruk, Sejumlah Kepala UPT dan para Pejabat unsur Forkopimda. Kedatangan Menkumham kali ini dalam rangka mendampingi Presiden Joko Widodo pada kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Utara.

Tak lama berselang, Jokowi, sapaan akrab Presiden Republik Indonesia, tiba di Sulawesi Utara. Langkah pastinya dibalut ayu oleh sang pendamping, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Beliau disambut hangat oleh Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara, beserta Wakil Gubernur, Kakanwil Kemenkumham Sulut, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat Instansi Pemerintah lainnya.

Kunjungan kerja Jokowi dan rombongan ke Sulawesi Utara kali ini untuk meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur ekonomi dan pariwisata di Sulawesi Utara termasuk perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi serta penyerahan 2000 sertifikat hak milik kepada masyarakat.

Setibanya, beliau langsung meninjau perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang saat ini memiliki beban kerja yang tinggi khususnya pada intensitas kedatangan Pesawat dari Tiongkok. Perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara, menjadikan Daerah ini menjadi destinasi wisata populer bagi wisatawan asing asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Frekuensi kedatangan yang tinggi, kemampuan Bandara dalam menampung pesawat, serta fasilitas dan sarana penunjang Keimigrasian, menjadi perhatian Presiden.

Kedepan Bandara Internasional Sam Ratulangi diproyeksikan dapat menampung lebih banyak pengunjung, memiliki sarana prasarana yang memadai untuk pesawat berukuran besar, terminal khusus untuk kedatangan dari Luar Negeri, serta fasilitas penunjang lainnya. Selanjutnya, Presiden melanjutkan kunjungan kerjanya ke lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang dalam rangka peningkatan sarana prasarana sektor pariwisata.

Kemudian yang paling ditunggu oleh masyarakat bumi nyiur melambai, yaitu Pembagian 2000 Sertifikat hak milik kepada masyarakat yang diselenggarakan di Graha Bumi Beringin, Manado.

Terkini