Jakarta, NAWACITA - Pasca pelaksanaan rangkaian evaluasi yang digelar secara maraton di hari kedua dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2019 di The Sultan Hotel, Panitia pelaksana yang dikomandani Sekretaris Jenderal mencoba menggali input, atensi dan koreksi terkait pelaksanaan Rakor dari para peserta, Rabu (03/07).
Melalui penyampaian pesan dan kesan serta masukan perwakilan Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Divisi, panitia ingin mendapatkan feedback secara langsung.
Tercatat 5 (lima) orang yang mendapatkan kesempatan tersebut masing-masing yakni Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur, Susy Susilawati, Kepala Divisi Administrasi Kanwil DKI Jakarta, Nuni Suryani, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Jawa Tengah, Ramli HS, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Sumatera Barat, Unan Pribadi dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Taufiqurrakhman
Pada gilirannya, Ramli mengamini pandangan Kakanwil Jatim, Susy Susilawati dan Kadiv Administrasi DKI Jakarta yang sebelumnya telah menyampaikan atensi.
"Selama saya mengikuti Rakor Evaluasi selaku pimpinan tinggi pratama, dalam hal ini sebagai Kepala Divisi Keimigrasian, Rakor kali ini adalah yang paling berat," ulasnya.
"Kompleksitas bahan evaluasi dan keragaman materi, menjadi beban tersendiri, " sambungnya.
Di sisi lain, Ramli juga mengapresiasi inovasi yang selalu dikembangkan oleh Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan Rakor evaluasi kinerja.
"Penyelenggaraan tahun ini sangat jauh berbeda. Dari tahun ke tahun pelaksanaan rapat koordinasi semakin maju,"pujinya.
Ramli juga mengutarakan konsekuensi logis dari rakor evaluasi kinerja yang semakin meningkat dari segi kualitas, inovatif dan kreatif.
"Hal ini menjadi tantangan ke depan. Sudah saatnya kita bukan hanya bisa menuntut untuk menduduki suatu jabatan tapi bagaimana kita juga bisa mempersembahkan tanggung jawab sebagai pengemban jabatan, " pungkasnya menutup pesan dan kesannya.