Palembang, NAWACITA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, Sudirman D. Hury bertolak ke Universitas Bina Dharma (UBD) Palembang, Jumat (28/6). Kehadiran pimpinan tertinggi Kanwil Kemenkumham Sumsel tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari Rektor Universitas Bina Darma Palembang, Sunda Arina yang akan meresmikan Stasiun TV milik Universitas Bina Darma, yang dikenal dengan nama B-TV.
Ketika tiba di gedung kampus, Sudirman disambut langsung oleh Rektor beserta Civitas Akademika Universitas Bina Darma lainnya."Selamat pagi bapak, Terimakasih atas kehadirannya," sapa sang Rektor kepada Kakanwil sambil bersalaman. Keduanya mengobrol sesaat sebelum akhirnya Sang Rektor mempersilahkan Kakanwil untuk duduk di tempat yang sudah disediakan yaitu tepat disamping Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru.
Suasana terlihat hangat dan penuh keakraban dengan saling melempar senyum dan bersalaman antara para tamu yang hadir. Acara Launching B-TV diselenggarakan di ruang Aula Kampus Utama UBD lantai 6 sesaat setelah Gubernur memasuki Aula. Dimulai dengan menyaksikan video profile B-TV dilanjutkan dengan penampilan kolaborasi DJ dan Penyanyi yang merupakan mahasiswa UBD. Mereka membawakan lagu The Final Countdown dari Europe.
Arina menyatakan bahwa B-TV merupakan mimpi almarhum sang ayah, Prof. H. Bochori Rachman yang sempat tertunda dikala beliau masih hidup. "ini merupakan kado buat almarhum babe karena launching B-TV ini bertepatan dengan bulan lahirnya Babe," ungkap Arina dalam sambutannya.
Sementara itu, saat meresmikan B-TV secara langsung, Gubernur Sumsel mengajak para tamu undangan untuk menghaturkan Surat Alfateha kepada Alm. Prof. H. Bochori Rahman. "Beliau adalah tokoh inspiratif bagi kita, karena beliau sudah bersusah payah berjuang membangun Universitas ini menjadi semakin maju seperti sekarang dan dilanjutkan oleh penerusnya Dr. Sunda Arina. Saat ini sudah banyak berdiri fakultas-fakultas baru yang lahir di Universitas Bina Darma Palembang." ungkapnya.
Gubernur melanjutkan, "TV streaming butuh sosialisasi lagi melalui media lain, tidak cukup promosi mealui media ini sendiri. "Saya hanya berpesan dengan segala keoptimisan bahwa B-TV ini akan disukai dan dicari oleh masyarakat, saya ini adalah seorang pemerhati TV. Menurut saya TV itu yang dijual bukan mereknya tapi programnya. Bagaimana menjual program yang ditampilkan bisa menarik minat para penonton di segala kalangan usia, dimana harus ada pesan edukasi bagi masyarakat, harus ada peran edukasi disana misal tentang pertanian, tentang attitude dan lain sebagainya. Pengaruh televisi ini sangat luar biasa. Pesan kedua dari saya adalah untuk berhati-hati dalam penayangan suatu konten terutama yang ada kaitannya dengan SARA." pesannya.
Selain hal tersebut, ia memberi masukan kepada B-TV harus ada identitas dimana masyarakat mengetahui arah indentitas kita. Apakah ini TV khusus berita, ataukah TV ini khusus pendidikan, ataukah yang lain? maka dari itu saya sepakat bahwa B-TV ini juga merupakan sebagai laboratorium bagi mahasiswa Bina Darma untuk terus berkarya dan belajar di bidang pertelevisian.
"Dengan penuh rasa mandat dan dengan mengucapkan bismillahirohmanirohim maka Bina Darma TV saya buka." tutup Herman Deru.
Selain dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Kakanwil Kemenkumham Sumsel juga turut hadir, Perwakilan Pangdam II/Sriwijaya, Perwakilan Kapolda Sumsel, Kadisdik Provinsi Sumsel, Kadis Kominko Palembang, Kadis Pariwisata Kota Palembang, Pihak Bank, Pimpinan PT Telemika Sarana dan juga segenap pejabat struktural UBD.
Sementara itu, Pertemuan antara Kakanwil Kemenkumham Sumsel dengan sang Rektor UBD bukanlah yang pertama. Ini merupakan pertemuan ke dua kalinya sang rektor sejak resmi dilantik menjadi Rektor di Universitas pada Oktober 2018. Sebelumnya sang Rektor beserta jajarannya pernah melakukan audiensi dengan orang nomor satu di Kanwil Kemenkumham Sumsel. Pada saat itu, sang rektor memperkenalkan dirinya beserta para Pejabat Struktural Universitas Bina Darma.
Kala itu, Rektor UBD juga berbincang tentang sejumlah wacana ke depan dalam upaya menjalin kerja sama, baik dalam bidang pendidikan, pelatihan, maupun pembinaan. Arina mengatakan bahwa UBD bermaksud untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel. Hal tersebut diutarakannya pada pertemuan pertama audiensi diruang kerja Kakanwil sekaligus dalam rangka menyambung silaturahim pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
Ia juga sempat mengutarakan rencana kedepan secara detail dengan Kakanwil untuk melakukan kerjasama mengedukasi para Anak Didik (Andik) pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas 1 Palembang dan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lapas Kelas I Palembang di Merah Mata mengenai teknologi informasi. Sudirman pun menyambut baik inisiatif Rektor UBD tersebut. Disampaikan olehnya, bahwa memang sudah menjadi tanggung jawab pihaknya mewujudkan harapan konstitusi, dalam hal ini memberikan pembinaaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sejauh ini Kanwil Kemenkumham Sumsel sudah beberapa kali melakukan hubungan kerjasama dengan UBD. Rekam jejak kerjasama itu meliputi MoU tentang Kerjasama Pembentukan Kampung Wisata Sadar Hukum di Tepian Sungai Musi, Program Peningkatan Kompetensi Antar Lembaga, Pembinaan Kepribadian Bagi WBP pada Lapas Narkotika Kelas II Palembang, serta MoU tentang Penyediaan Fasilitas Komputer Untuk Seleksi CPNS pada Kanwil Kemenkumham Sumsel.
Sebagai universitas swasta yang sangat menjadi perhatiannya, Sudirman turut memberikan apresiasinya atas Launching B-TV kepada segenap Jajaran UBD Palembang. Menurutnya, UBD sangat turut andil dalam mencerdaskan bangsa ini, terutama dalam mengedepankan kemajuan dibidang informasi dan teknologi. "Peninggalan sejarah dari Almarhum Profesor H. Bochari Rachman ini akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sang putri sebagai penerus bagi sang ayah.," tutur Sudirman ketika di wawancarai oleh pihak B-TV