Terkait pembinaan kemandirian, lanjut Ilham, bahwa hingga hari ini sebanyak 540 narapidana dari 16 Lapas di Sumsel telah mengikuti pelatihan kemandirian bersertifikat tersebut, dengan rincian pelatihan bidang industri kreatif meliputi Perbatikan, Meubelair/ Pertukangan Kayu, Menjahit, Barista, Karangan Bunga, Tata Boga, Tata Rias, Pembuatan Sapu Ijuk, Mural/Melukis & Jumputan.
Lalu di bidang keterampilan teknik ada pelatihan Otomotif, Elektronik (Audio Video), Instalasi Listrik, Konstruksi & Cuci/Service AC. Pada bidang Pertanian ada Budidaya Ikan, Peternakan Ayam, Budidaya Tanaman Hidroponik & Pengolahan Bank Sampah.
Selain pelatihan kemandirian bersertifikat, sebanyak 8.835 WBP di Lapas dan Rutan Di wilayah kerja Kanwil Kemenkumham Sumsel juga telah mendapatkan pembinaan kepribadian yang diantaranya meliputi pesantren, Tahfiz, Marawis, pengajian, kesadaran berbangsa dan bernegara, kemampuan Intelektual/sekolah, pembinaan kesadaran hukum/penyuluhan hukum serta kegiatan agama lain.
Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ilham Djaya mengatakan bahwa Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka memberikan jaminan perlindungan terhadap hak tahanan dan anak serta meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian Warga Binaan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi Tindak pidana, sehingga dapat diterima Kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik, taat hukum, bertanggung jawab, dan dapat aktif berperan dalam pembangunan serta sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari pengulanagan tindak pidana.
"Melihat fakta tersebut, program pembinaan yang diberikan kepada narapidana selama ini akan dilanjutkan karena cukup bermanfaat untuk menjadi bekal mereka menjalani kehidupan setelah menjalani masa pidana," pungkasnya.