hukum

Tuntutan 4 Bulan untuk Terdakwa Pemalsu Merk dan Izin Edar, Dinilai Tidak Adil

Jumat, 3 November 2023 | 21:14 WIB



"Pemalsu skincare dan essential oil Natuna tak berizin edar hanya dituntut 4 bulan. Ini akan menjadikan banyak oknum menjual kosmetika tanpa izin edar marak dan tidak ada kapoknya di Indonesia? Ini bisa jadi preseden buruk bagi Indonesia, khususnya Jatim dan Surabaya," tandasnya.





Diketahui, Ivan Kristianto dilaporkan adik kandungnya sendiri, Nadia Dwi Kristanto ke polisi usai tak terima merk dan penjualan essentials oil miliknya dijual Ivan Kristanto tanpa seizinnya.





Penjualan dilakukan Ivan Kristanto setelah keduanya memutuskan pecah kongsi dan tidak tinggal bersama di ruko yang bersandingan dan berbisnis bersama.









Dalam fakta persidangan sebelumnya, Nadia menerangkan pada 2016 Ia dan Ivan Kristanto bersepakat merintis usaha dengan memproduksi produk yang diberi nama Natuna Essential dengan jenis essential oil.





Namun, lambat laun kesepakatan tersebut dinilai tak sesuai. Ia merasa semakin merugi lantaran tak diberi keuntungan sepeser pun dari hasil penjualan produk dan merk yang diklaim sebagai resep pribadinya dan dibuat secara otodidak.





"Itu (resep) saya dapat otodidak, karena sering ditekan sama kakak, ini hanya saya yang tahu resep dan formulanya, termasuk cara produksinya," kata Nadia saat menyampaikan keterangannya sebagai saksi di Ruang Sari PN Surabaya, Selasa, 3 Agustus 2023.





Setahun kemudian tepatnya di tahun 2017 bisnis skincare dan essential oil tersebut mulai 'goyang'. Dua tahun kemudian, 18 September 2019, Nadia dan Ivan berseteru. Lalu, Ivan memutuskan untuk meninggalkan Nadia.





Sebelum pergi, Nadia mengungkapkan Ivan sempat merusak pintu ruko, mengambil alat produksi, hingga resep atau formula skincare. Menurut Nadia, Ivan juga merusak ruko tanpa sepengetahuannya.

Halaman:

Terkini