NAWACITApost.com - Saat ini diketahui bahwa Indonesia menempati peringkat kedua setelah india terkait penyakit tuberkulosis (TBC), sumber: World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2022.
Dengan angka dari WHO ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan turut serta peduli melalui kegiatan Screening pada Lapas Kelas 2A Balikpapan, dalam rangka persiapan penyelenggaraan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis di Lapas Balikpapan, Jumat (13/10/2023).
-
Dalam kegiatan lanjutan ini, Dokter serta Perawat-Perawat Lapas Balikpapan melaksanakan Screening dengan cara melaksanakan wawancara kepada Seluruh WBP di Lapas Balikpapan. Tujuan kegiatan Screening kesehatan adalah untuk pencegahan, pengobatan yang berkualitas dan berkesinambungan.
Dimana pelaksanaan Screening TBC bagi Warga Binaan ini merupakan tindak laniut dari surat Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS.6-PK.06.07-710 perihal Screening TBC dengan intervensi Rontgen dada dimana sebanyak 206.330 Tahanan/Narapidana/Anak/ Anak Binaan yang tersebar pada 374 Lapas/Rutan pada291 Kab/Kota pada 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Untuk WBP suspek pada Lapas Balikpapan berjumlah : 55 Orang dari 424 Screening dengan pengambilan Dahak.