Kamis, 4 Juni 2026

1 Orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Tenggarong Jadi Mualaf

Photo Author
- Kamis, 5 Oktober 2023 | 13:41 WIB

NAWACITApost.com  -  Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Kalimantan Timur, menjadi mualaf pada, Rabu (4/10/2023).


Bertempat di Masjid Taubatan Nasuha Lapas Tenggarong, Swandhy mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto, Kasi binadik Ahmad Harnadi beserta jajarannya serta pengurus masjid Taubatan Nasuha.


Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat sendiri juga disaksikan oleh sejumlah WBP program santri lainnya.


Dalam keterangannya, Swandhy mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menjadi mualaf karena tertarik dengan ajaran Islam yang damai dan toleran. Ia juga merasa bahwa Islam adalah agama yang dapat memberikannya petunjuk dan jalan hidup yang lebih baik.


"Saya merasa bahwa Islam adalah agama yang benar dan sesuai dengan hati saya," kata Swandhy. "Saya berharap dengan menjadi mualaf, saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain."


Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Agus Dwirijanto, menyambut baik keputusan WBP tersebut untuk menjadi mualaf. Ia mengatakan bahwa Lapas Kelas IIA Tenggarong selalu mendukung WBP yang ingin mempelajari ajaran agama.


"Kami akan terus memberikan dukungan kepada WBP yang ingin mempelajari ajaran agama," kata Agus. "Kami berharap dengan mempelajari ajaran agama, WBP dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki pedoman hidup yang jelas."


Proses pengucapan dua kalimat syahadat oleh Swandhy merupakan salah satu program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong. Lapas Kelas IIA Tenggarong juga menyediakan kegiatan pembinaan keagamaan lainnya, seperti kajian agama, ceramah agama, dan pendidikan agama. dan tentunya, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong juga memfasilitasi kegiatan ibadah agama lainnya, seperti Nasrani, Hindu, Budha dan lainnya.


Harapannya dengan adanya fasilitas terkait program pembinaan kemandirian yang berdasarkan agama, dapat memberikan para WBP memaknai kehidupan yang lebih baik dan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya, dan tentunya membentuk WBP agar berkesadaran hukum.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini